Senin 12 Juni 2017, 15:20 WIB

HT Bilang Kirim 'SMS Kaleng' ke Jaksa dari Los Angeles

Ilham Wibowo | Politik dan Hukum
HT Bilang Kirim

Pemilik MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (kanan) meninggalkan ruangan seusai menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber, Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (12/6).

 

HARY Tanoesoedibjo mengungkap SMS 'kaleng' dikirimkan kapada Jaksa Yulianto pada 2016 dilakukan dengan sengaja. Hary berkirim pesan itu saat berada di Amerika Serikat.

"Waktu itu saya di luar negri. Kalau tidak salah saya kirimkan itu di Los Angeles (Amerika Serikat)," kata Hary seusai diperiksa di Kantor Ditipid Siber, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/6).

Hary membantah SMS tersebut merupakan ancaman kepada Yulianto yang saat itu menjabat Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus. Menurut Hary, isi pesan bermaksud baik. Motif yang ia lakukan hanya untuk saling mengingatkan bahaya laten korupsi.

"Saya hanya mengingatkan kepada Mas Yulianto, saya sampaikan bahwa hati-hati lah. Pastikan bahwa semuanya baik. SMS ini untuk menegaskan saya masuk ke politik untuk tujuan yang lebih baik, tidak ada ancamannya," paparnya.

Pesan singkat tersebut diterima Yulianto pada 5 Januari 2016 sekitar pukul 16.30 WIB. Pesan yang Hary kirimkan melalui SMS itu berbunyi:

"Kita buktikan siapa yang salah siapa yang benar. Siapa yang profesional siapa yang preman. Kekuasaan itu tidak ada yang langgeng. Saya masuk politik tujuannya untuk memberantas oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional, yang abuse of power. Catat kata-kata saya, saya akan jadi pimpinan Indonesia. Di situlah Indonesia akan bersinar."

Kemudian Hary juga telah mengakui mengirimkan kembali pesan singkat dua hari setelahnya, yakni pada 7 Januari 2016. Isi pesan tersebut disampaikan melalui chat Whatsapp dalam dua kali pengiriman pesan.

Pesan tersebut pertama berisi: "Saya masuk ke politik karena ingin Indonesia maju dalam arti yang sebenarnya,", dan pesan kedua berisi: "Kasihan rakyat yg miskin makin banyak, sementara negara lain semakin berkembang. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak langgeng,".

Jaksa Yulianto menanggapi lain kiriman SMS 'kaleng' tersebut. Ia melaporkan Hary Tanoe ke Bareskrim Polri. Saat itu, Yulianto sedang menangani kasus Mobile-8. (X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More