Selasa 06 Juni 2017, 21:13 WIB

Calon OJK Adu Strategi Kebijakan Perbankan

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Calon OJK Adu Strategi Kebijakan Perbankan

MI/M. Irfan

 

HARI kedua uji kelayakan Dewan Komisioner OJK memanggil dua nama calon Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap anggota. Masing-masing membawa strategi tersendiri, terutama dalam kapasitas pembiayaan kredit.

Heru Kristiyana, yang pernah menjabat sebagai Deputi Komisioner OJK hingga November 2016 kemudian pensiun, mengatakan ingin berfokus membangun efisiensi perbankan sekaligus membesarkan bank pembangunan daerah (BPD)

Ia menawarkan konsep ‘bapak angkat’ untuk pembiayaan kredit sektor prioritas di daerah seperti maritim, perikanan, perkebunan. Sebab, bank besar banyak yang tidak berminat mengingat besarnya biaya operasional yang harus dikeluarkan.

"Bank-bank kecil dan bank-bank daerah memang memiliki kerentanan perbankan. Namun untuk konsolidasi harus berhari-hari. Maka saya melihat sebaiknya bank kecil dikembangkan, dengan membuat kolam baik bagi mereka dan kompetisi yang fair," urainya.

Dengan bank-bank besar menjadi bapak angkat, mereka dapat memberikan kredit channeling sehingga BPR dan BPD bisa hidup dan efisiensikan diri.

"Saya yakin tidak semua bank besar bisa melayani nasabah kecil. Alangkah baik bisa menjadi bapak angkat agar bank kecil lebih efisien menjual kelebihan teknologi informasi ke bank-bank kecil.”

Sedangkan calon lain, Agusman, menyoroti mengenai kepatuhan bank-bank dalam memberikan porsi kredit kepada UMKM. Sebab, ternyata dari dana yang dialokasikan untuk UKM, 50% hanya diterima oleh wong cilik atau debitur yang itu-itu saja.

“Pada 2016 masih ada 26 bank belum memenuhi porsi pemberian KUR kepada UMKM. Berdasarkan hal itu, masalah nasional perbankan saat ini masih terbatas dukungan perbankan dalam menyokong taraf hidup rakyat.”

Maka, untuk jangka pendek akan dilakukan upaya agar perbankan mematuhi ketentuan penyaluran kredit UMKM dan mendorong perbankan mendorong rencana penyaluran kredit sesuai RBB (Rencana Bisnis Bank). "Juga harus ada klinik bank dan dunia usaha agar ada konsultasi cara mendapat kredit sehat dan sektor yang harus dibiayai," tukas Agusman. (X-12)

Baca Juga

DOK: SINARMAS LAND

Sinar Mas Land Siapkan Bantuan 25.000 Alat Uji Covid-19

👤RO 🕔Selasa 07 April 2020, 21:10 WIB
Puluhan ribu rapid test kit tersebut rencananya diserahkan ke Kementerian Kesehatan sebanyak 12.500 alat dan sisanya ke sejumlah pemerintah...
Antara

Menteri PUPR Bakal Minta Relaksasi Pembayaran Kewajiban Jalan Tol

👤Antara 🕔Selasa 07 April 2020, 20:49 WIB
Jalan tol mengalami penurunan sekitar 40 sampai dengan 60 persen dari LHR pada hari-hari...
Antara

Pemerintah Percepat Program Padat Karya Tunai

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 07 April 2020, 20:08 WIB
Kementerian Koordinator Perekonomian tengah menyiapkan sejumlah program guna melindungi masyarakat dari dampak penyebaran virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya