Senin 05 Juni 2017, 06:55 WIB

Berpegang Teguh pada Ketetapan Allah

Quraish Shihab | TAFSIR AL-MISHBAH
Berpegang Teguh pada Ketetapan Allah

Quraish Shihab -- Grafis/Duta

TAFSIR Al-Mishbah kali ini membahas Alquran surah ke-33, yakni Al-Ahzab, ayat 36-44. Di dalam surah ini terkandung sejumlah petunjuk Allah SWT terkait dengan kepatuhan manusia terhadap ketetapan-ketetapan dari Allah.

Allah berfirman, “Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.”

Dalam firman selanjutnya dikatakan, “Tidak ada keberatan (dosa) apa pun pada nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunah Allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah, dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.”

Firman tersebut berpesan supaya orang-orang beriman tidak takut dan ragu akan ketetapan Allah. Tidak ada yang terjadi di permukaan bumi ini tanpa berdasar pada ketetapan Allah.

Tentang ketetapan Allah, ada kisah pernikahan Rasulullah dengan Zainab. Sebelum menikah dengan Rasulullah , Zainab telah menikah dengan Zaid bin Haritsah, anak angkat Rasulullah. Allah menikahkan Zainab dengan nabi-Nya tanpa wali dan tanpa saksi. Zainab biasa membanggakan hal itu di hadapan istri-istri nabi yang lain, dengan mengatakan, “Kalian dinikahkan wali-wali kalian, sementara aku dinikahkan Allah dari atas arsy-Nya.”

Ayat tersebut menunjukkan, pada dasarnya, Allah telah berkehendak menikahkan Nabi Muhammad dengan mantan istri anak angkatnya.

Ketika Rasulullah menikahi Zainab orang-orang munafik menggunjingnya, “Muhammad telah mengharamkan menikahi istri dari anak dan sekarang dia menikahi istri anaknya!”. Maka turunlah ayat Allah yang berbunyi, “Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia utusan Allah, dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Selanjutnya, pada ayat 41-42 dikatakan, “Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan menyebut (nama-Nya) sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”
Ayat itu mengajak kita untuk banyak berzikir. Zikir dengan meresapi maknanya baik-baik, bukan sekadar mengulang-ulang. (Arv/H-3)

Baca Juga

MI/Seno

Perumpamaan Surga dan Neraka

👤Quraish Shihab 🕔Minggu 10 Mei 2020, 07:30 WIB
PEMBAHASAN Tafsir Al-Mishbah kali ini masih melanjutkan Surah...
MI

Bersegeralah Menuju Allah

👤Quraish Shihab 🕔Senin 03 Juni 2019, 23:20 WIB
AYAT sebelumnya sudah diterangkan tentang wujud-wujud keesaan Allah di bumi, dalam diri...
MI/Seno

Rezeki dari Allah bagi yang Yakin

👤Quraish Shihab 🕔Minggu 02 Juni 2019, 22:20 WIB
PEMBAHASAN Tafsir Al Mishbah dilanjutkan dengan Surah Az Zariyat ayat...

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Kamis, 06 Agu 2020 / Ramadan 1441 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:25 WIB
Subuh : 04:35 WIB
Terbit : 05:51 WIB
Dhuha : 06:20 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 18:59 WIB

PERNIK

Read More