Selasa 16 Mei 2017, 10:09 WIB

Kalimantan Selatan Alternatif Ibu Kota Negara

DY/SS/Ant/N-2 | Nusantara
Kalimantan Selatan Alternatif Ibu Kota Negara

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor memimpin kirap menggunakan sepeda ontel dalam rangka peringatan HUT Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV pertahanan Kalimantan yang diperingati setiap tanggal 17 Mei. -- MI/Denny Susanto

 

WACANA pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kali-mantan mendapat sambutan hangat para pemimpin daerah. Selain Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan juga menginginkannya.

“Kalimantan Selatan bisa jadi alternatif selain Palangkaraya. Provinsi ini cocok menjadi ibu kota negara pengganti DKI Jakarta karena letak geografisnya berada di tengah Indonesia,” ungkap Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor di Banjarmasin, kemarin.

Kalsel, lanjut dia, juga berada di jalur alur laut kepulauan Indonesia 2 sehingga dapat mendukung poros maritim. Presiden saat berkunjung ke daerah itu juga sempat menyinggung soal Kalsel jadi alternatif ibu kota negara.

Dia menambahkan, Presiden Jokowi meminta Kalsel menyiapkan lahan seluas 300 ribu hektare yang bisa dijadikan kawasan pembangunan ibu kota negara. Kawasan metropolitan yang disiapkan itu bernama Banjarkula, terdiri atas Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut.

Saat ditemui terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalsel Fajar Desira mengatakan Kalsel siap jika memang wacana itu diseriusi pemerintah pusat. Wacana itu muncul saat Presiden berkunjung ke daerah ini.

“Meski luas Kalsel paling kecil ketimbang provinsi lain di Kalimantan, lahan kosong seluas 300 ribu hektare masih tersedia. Kontur tanah di Kalsel lebih keras, berbeda dengan kontur tanah di Kalimantan Tengah sehingga cocok untuk pembangunan infrastruktur, dan yang terpenting aman dari gempa,” tegasnya.

Jika memang diseriusi, Kalsel siap jadi ibu kota negara. “Konsep pembangunannya bisa bekerja sama dengan Kalteng yang memang mempunyai nilai historis sejak zaman Presiden pertama Soekarno.”

Selain wacana ibu kota negara, Pemprov Kalsel juga mendesak pemerintah pusat mendukung program pembangunan strategis daerah. Di antaranya pembangunan bandara, jalan tol Banjarbaru-Tanah Bumbu, rel kereta, dan pembangunan bendungan.

Di Palangkaraya, sambutan terhadap wacana pemindahan ibu kota terus menggelinding. “Pemindahan itu akan memberikan keuntungan yang besar bagi percepatan kemajuan pembangunan, sekaligus menyejahterakan masyarakat,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah Heriansyah.

Ia menambahkan banyak negara di dunia yang memindahkan ibu kota mereka. Hasilnya, bukan kemunduran, justru negara itu kian maju.

Menurut dia, tidak ada ruginya ibu kota Indonesia dipindahkan ke Kalteng. “Hanya saja, sebelum pemindahan itu direalisasikan, rencana tata ruang dan wilayah provinsi Kalteng harus segera ditetapkan. Sampai sekarang, itu belum dilakukan.” (DY/SS/Ant/N-2)

Baca Juga

MI/Denny Susanto

Konflik Lahan Warga-Perusahaan Tambang Jadi Perhatian Paslon ZR

👤Denny Susanto 🕔Selasa 24 November 2020, 10:16 WIB
Paslon 03 di Pilkada Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Zairullah Azhar-Muhammad Rusli (ZR) menaruh perhatian konflik lahan...
Dok Humas Polres Palangka Raya

Tercatat 3.551 Sanksi Pelanggaran Prokes di Palangka Raya

👤Surya Sriyanti 🕔Selasa 24 November 2020, 10:04 WIB
Operasi Yusitisi Penegakan Protokol Kesehatan Kota Palangka Raya telah memberikan 3.551 sanksi ,mulai dari sanksi teguran hingga...
Ilustrasi

Sembilan KPU di NTT Siapkan Bilik Khusus

👤Palce Amalo 🕔Selasa 24 November 2020, 09:51 WIB
Sembilan KPU penyelenggara pilkada serentak di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan bilik khusus bagi pemilih bersuhu tinggi yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya