Jumat 05 Mei 2017, 20:51 WIB

Target Proyek Pembangkit 35.000 MW Dinilai Sulit Tercapai

Denny Susanto | Nusantara
Target Proyek Pembangkit 35.000 MW Dinilai Sulit Tercapai

Pekerja beraktivitas di area Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) di Troketon, Pedan, Klaten, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

 

PROYEK nasional pembangunan pembangkit listrik 35.000 Megawatt (MW) yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla diperkirakan tidak akan terealisasi sesuai target penyelesaian pada 2019 mendatang. Pasalnya hingga kini, progres pembangunan megaproyek 35.000 MW baru 39%.

Hal ini dikatakan Herlan, Kepala Satuan Batubara PT PLN wilayah Kalimantan Selatan-Kalimantan Tengah.

"Setelah program pembangunan pembangkit 10.000 MW, pemerintah mencanangkan program 35.000 MW. Jika program 10.000 MW belum juga rampung keseluruhan, demikian juga program 35.000 MW tidak dapat terealisasi sesuai target 2019," tuturnya.

Salah satu penyebab tidak terealisasinya target pembangunan pembangkit 35.000 MW ini, ungkap dia, ialah menurunnya pertumbuhan konsumsi listrik masyarakat yang sedianya diprediksi naik 8% pada 2016 ternyata hanya 1,8%. Selain itu juga sejumlah permasalahan lain di lapangan.

Sebelumnya, General Manager PT PLN wilayah Kalsel-Kalteng, Purnomo, mengatakan, tahapan pembangunan proyek strategis pembangkit 35.000 MW di wilayah Kalsel dan Kalteng terus berjalan.

Dalam proyek pembangkit 35.000 MW ini, wilayah Kalsel dan Kalteng mendapat porsi 1.100 MW yang tersebar di sejumlah wilayah. Untuk wilayah Kalimantan, porsi pembangunan pembangkit sebesar 2.600 MW.

Di Kalsel akan dibangun di tiga lokasi meliputi PLTU Asam-asam, Kabupaten Tanah Laut unit 5 dan 6 dengan kapasitas masing-masing 100 MW, PLTU Tanjung, Kabupaten Tabalong berkapasitas 2 x 100 MW. Kedua pembangkit ini mengandalkan bahan bakar batubara, serta pembangkit berbahan bakar gas yaitu PLTG Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala berkapasitas 200 MW.

Sedangkan di wilayah Kalteng akan dibangun sejumlah pembangkit yaitu PLTU Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, berkapasitas 2 x 100 MW, PLTU Kotawaringin Barat berkapasitas 2 x 100 MW, dan PLTG Bangkanai (ekstensi) 140 MW.

Proyek pembangunan pembangkit 35.000 MW di Kalsel dan Kalteng ini diperkirakan menyedot anggaran hingga US$2 miliar. Dari target 35.000 MW ini, PLN akan membangun 11.000 MW, adapun 24.000 MW dikerjakan swasta. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More