Minggu 16 April 2017, 09:44 WIB

Tingkat Pencemaran Sungai Tinggi

Richaldo Y Hariandja | Humaniora
Tingkat Pencemaran Sungai Tinggi
 

PENCEMARAN sungai di Indonesia sangat tinggi. Sepanjang 2016, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), dari 140 sungai di 34 provinsi, sebanyak 73,24% dalam status tercemar.

Hal itu diungkapkan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar di sela peresmian ekoriparian Ciliwung di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, kemarin. Menurutnya, hanya 2,01% sungai penuhi baku mutu air kelas 2.

"Itu pun kalau berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, bukan untuk air minum," terangnya.

Karena itu, lanjut Siti, butuh upaya untuk merestorasi dan mengendalikan pencemaran di kawasan sungai. Menurut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019, terdapat 15 sungai prioritas yang harus dipulihkan pemerintah. Salah satunya ialah Sungai Ciliwung.

Restorasi itu, dikatakan Siti, tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Masyarakat dan swasta diminta terlibat mendukung hal itu. "Sebanyak 60% sampai 80% permukiman pasti berada di dekat sumber air. Itu sebabnya merawat sungai sangat penting dan menjadi bagian dari solusi masalah lingkungan kita," papar Siti.

Ekoriparian Ciliwung di kawasan Srengseng Sawah, lanjutnya, akan menjadi salah satu proyek percontohan terkait dengan upaya merestorasi dan memulihkan daerah aliran sungai (DAS) di seluruh Indonesia. Untuk Ciliwung, Siti menyatakan upaya pendekatan kepada masyarakat dan kolaborasi dengan dunia usaha ialah pilihan tepat. Bentuk DAS Ciliwung yang memanjang kini tinggal 15 ribu hektare buat kawasan yang bisa dihijaukan.

Peran swasta

Dalam ekoriparian Ciliwung, pemerintah menggandeng tujuh perusahaan dan komunitas lokal untuk terlibat langsung dalam pengembangan. Berbagai macam fasilitas yang dibangun ialah jogging track, saung edukasi, pengelolaan limbah, area tanaman obat keluarga, dan bantuan pengadaan perahu dan semen.

Salah satu pendukung ekoriparian, yaitu PT Pertamina Balongan, membangun secara khusus saung edukasi dan pengelolaan air limbah komunal. Menurut Manajer Health Safety and Environment Pertamina Balongan J Pri Hartanto, fokus edukasi dan pemberdayaan sengaja dihadirkan dalam pengembangan ekoriparian.

"Kami percaya pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu poin penting dalam konservasi, jadi harus disamakan dulu visinya untuk restorasi ini," ucap Pri.

Upaya itu, lanjut dia, sudah dilakukan di kawasan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, lokasi restorasi kawasan pesisir. Hal yang telah dilakukan di kawasan-kawasan itu ialah menanam mangrove. Menurut Pri, dalam menanam mangrove, hal yang diperhatikan ialah tidak menghilangkan kearifan lokal masyarakat setempat. "Kami berusaha agar visi yang sama itu dalam menjaga lingkungan dapat diperkaya dengan kearifan lokal," pungkasnya. (I-4)

Baca Juga

ANTARA

Tren Positif Covid-19 di Indonesia Ternyata Sempat Turun

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 03 April 2020, 17:37 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan jumlah kasus terkonfirmasi positif sangat dinamis dari hari ke...
ANTARA/NOVA WAHYUDI

​​​​​​​134 Orang Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 03 April 2020, 17:36 WIB
Yurianto menyebut jumlah pasien positif bertambah 196 orang, yang artinya total pasien positif kini berjumlah 1.986...
ANTARA

Tips Menumbuhkan Budaya Ramah Anak saat Pandemi Covid -19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 03 April 2020, 17:24 WIB
Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, ada beberapa tips yang bisa diterapkan dalam mewujudkan lingkungan ramah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya