SELAT Hormuz terletak di antara Oman dan Iran, menghubungkan Teluk Persia di utara dengan Teluk Oman dan Laut Arab di selatan. Jalur sempit ini menjadi penghubung utama perdagangan energi dunia. Sekitar 20% konsumsi minyak global melewati selat tersebut setiap hari, dengan rata-rata lebih dari 20 juta barel minyak mentah dan produk turunannya transit per hari. Tak heran, Hormuz dikategorikan sebagai salah satu chokepoint energi paling krusial di dunia.
Sebagian besar ekspor minyak dari Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengalir melalui jalur ini, dengan Asia sebagai tujuan utama. Tiongkok menjadi pengimpor paling bergantung (38%), disusul India (15%), Asia lainnya (14%), Korea Selatan (12%), dan Jepang (11%). Gangguan di Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga minyak global, mendorong inflasi, meningkatkan biaya energi dan transportasi, serta mengguncang stabilitas ekonomi negara-negara pengimpor besar.



