PENANGKAPAN buron Interpol Dewi Astutik, 43, dengan nama asli Paryatin alias Mami, di Sihanoukville, Kamboja, awal Desember 2025, bukan sekadar penindakan kriminal biasa. Peristiwa ini membuka tabir ancaman sindikat narkotika transnasional yang menjadikan Indonesia sebagai target utama. Penangkapan tersebut juga menegaskan pentingnya sinergi intelijen antarnegara.

Dewi, yang ditangkap berkat kolaborasi BNN, Bais TNI, Interpol, dan Kepolisian Kamboja, diduga menjadi aktor intelektual di balik penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp5 triliun yang digagalkan aparat pada Mei 2025. Perannya menjadi kunci untuk memutus mata rantai jaringan yang menghubungkan kawasan Golden Triangle hingga Asia Timur dan Amerika Latin.