Rabu 24 Maret 2021, 22:18 WIB

Ahli Singgung Korupsi Sistemik di Sidang Benih Lobster

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Ahli Singgung Korupsi Sistemik di Sidang Benih Lobster

Antara
Siswadhi Pranoto Loe

 

PAKAR hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII), Mudzakir, menyinggung korupsi sistemik dalam sidang suap izin ekspor benih lobster. Hal itu disampaikannya saat menjawab ilustrasi yang diberikan oleh hakim anggota Ali Muhtarom.

Pada sidang tersebut, Ali meminta tanggapan Mudzakir perihal keuntungan perusahaan kargo dari perusahaan pengekspor. Untung yang diperoleh dari perusahaan itu diilustrasikan masuk ke kantong penyelenggara negara. Dalam hal ini, perusahaan kargo yang dimaksud dibentuk oleh penyelenggara negara terkait.

"Kalau benar seperti yang diilustrasikan yang mulia majelis hakim, itu membuktikan bahwa berarti ada namanya penyalahgunaan yang secara sistemik," kata Mudzakir di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/3).

"Kalau dana itu kembali kepada pejabat yang bersangkutan, itu namanya korupsi yang sistemik, dilakukan secara sistemik dengan menggunakan jabatannya. Kalau toh ada harus melalui kargo, pengiriman PT tertentu yang itu sudah ditentukan pejabat yang bersangkutan, maka penunjukkan itu korupsi yang sistemik," sambungnya.

Dalam kasus tersebut, Mudzakir menyebut bahwa pihak yang harus bertanggungjawab dari korupsi sistemik tersebut adalah penyelenggara negara. Sebab, pejabat tersebut telah mendesain alur pengurusan izin ekspor sampai penentuan kargo yang digunakan.

Di sisi lain, ia menilai pengusaha eksportir menjadi korban dalam praktik korupsi sistemik tersebut. "Karena dari izin yang dipermaikan, kemudian mengirim barang juga dipermaikan, dan ternyata duitnya mengalir pada pejabat yang memberi wewenang," terang Mudzakir.

Penyelenggara negara, lanjutnya, dinilai melakukan penyalahgunaan jabatannya saat meminta suap kepada pihak swasta terkait pengurusan izin meskipun perusahaan tersebut telah memenuhi syarat yang diwajibkan. Mudzakir menyebut tanggung jawab hukum berada pada penyelenggara negara tersebut.

"Karena kewenang yang dia punya disalahgunakan untuk meminta, atau memungli, atau memeras, sehubungan dengan jabatannya," ujarnya.

Mudzakir dihadrikan sebagai ahli untuk terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito. Untuk memuluskan pemberian izin budidaya yang menjadi syarat ekspor benur kepada perusahaannya, Suharjito diduga menyuap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Dalam dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jumlah suap yang diberikan Suharjito ke Edhy sebesar US$103 ribu dan Rp706.055.440 atau mencapai Rp2,1 miliar.

Salah satu tersangka dalam kasus ini adalah pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadhi Pranoto Loe. PT ACK merupakan satu-satunya perusahaan forwarder untuk mengangkut benur dari perusahaan eksportir. Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menyebut bahwa PT ACK dimiliki olah Amri dan Ahmad Bahtiar. Keduanya merupakan nominee dari pihak Edhy dan Yudi Surya Atmaja. (OL-8)

 

Baca Juga

MI/ Moh Irfan

KPK Anggap Cuitan Novel Soal 8 'Antek' Azis Syamsuddin untuk Caper TWK

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 20:10 WIB
Delapan bekingan Azis Syamsuddin itu diduga KPK diramaikan Novel untuk memancing isu tes wawasan kebangsaan (TWK) agar tidak...
ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Densus 88 Ingin Sejahterakan Eks Napiter

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 20:10 WIB
cara yang dilakukan Kadensus bukanlah menyentuh fisik, melainkan mengunakan...
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

KPK Tidak Temukan 8 'Antek' Azis Syamsuddin di Internalnya

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 19:56 WIB
KPK sudah mulai melakukan pencarian di dalam tubuhnya sejak lama untuk mencari pegawai lain yang ikut menerima suap seperti yang dilakukan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya