PARTAI Demokrat tengah menimang-nimang sejumlah nama dari luar partai untuk masuk menjadi pengurus.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun membuka pintu bagi para mantan menteri Kabinet Indonesia Bersatu seperti Sudi Silalahi, Djoko Suyanto, Dipo Alam, Hatta Rajasa, dan Dino Patti Djalal.
Politikus Demokrat, Ruhut Sitompul, membenarkan hal itu. Ia mengatakan kehadiran para tokoh itu bisa memperkuat partai setelah terpuruk pada pemilu legislatif lalu.
Meski demikian, ia menegaskan susunan kepengurusan merupakan kewenangan mutlak SBY.
Ketua Umum Partai Demokrat, kata Ruhut, akan membentuk formatur kepengurusan partai dalam waktu dua pekan.
"Kami terbuka untuk siapa pun, termasuk Hatta Rajasa. Kami bertambah kuat kalau mereka mau bergabung," ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Meski demikian, sambung Ruhut, untuk posisi wakil ketua umum dan sekretaris jenderal, sebaiknya tetap diisi kader senior partai.
Sementara itu, posisi lain bisa diisi oleh para tokoh dari luar yang hendak bergabung.
Ia juga berharap para tokoh senior partai bisa legawa jika tak masuk kepengurusan.
"Perjuangan partai di masa depan lebih berat. Karena itu harus bersatu, harus loyal, dan mau jadi dog guard bagi SBY," cetusnya.
Saat dihubungi di kesempatan terpisah, mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan SBY bakal melibatkan perwakilan daerah dan pusat untuk menyusun tim formatur partai.
Untuk posisi sekjen, Mubarok menegaskan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) tak akan menduduki posisi tersebut.
Ia menyebut Dipo Alam dan Dede Yusuf sebagai kandidat kuat.
"Itu berdasarkan rumor di internal. Tapi, semuanya itu kembali kepada SBY. Hingga saat ini, tim formatur belum dibentuk," cetusnya.
Saat menanggapi rumor mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa yang akan 'menyeberang' ke Partai Demokrat, Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan yakin hal itu tak bakal terjadi.
"Pak Hatta memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan PAN. Tidak dapat dipisahkan Pak Hatta dari PAN. Itu bagian ijtihad politik beliau juga," katanya.
Taufik yakin, walau Hatta kalah bertarung melawan Zulkifli Hasan dalam pemilihan Ketua Umum PAN beberapa waktu lalu, Hatta tidak mungkin pindah partai.