Senin 16 Maret 2015, 00:00 WIB

Mangrove di Batam Diambang Kepunahan

Hendri Kremer | Nusantara
Mangrove di Batam Diambang Kepunahan

MI/Hendri kremer

 
BADAN Pengusahaan Batam dituding mengeluarkan izin alih fungsi sekitar 200 hektare hutan mangrove untuk pengembang. Akibatnya, lingkungan pantai sekitar kawasan industri tidak lagi memiliki pelindung alam.

''Hutan mangrove di Batam sudah habis dibabat pengembang. Setiap pembangunan perumahan pasti membabat kawasan bakau dan melakukan reklamasi,'' papar Ketua Nelayan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Batam, Amiruddin, Senin (16/3).

Nelayan mengaku paling dirugikan. Ikan yang dulunya banyak di sekitar hutan bakau, sekarang nyaris sudah hilang. ''Pembangunan galangan kapal yang setiap hari membuang limbah ke pantai, juga membuat ikan hengkang ke tengah lautan,'' lanjut Amiruddin.

Kerugian lain adalah air laut yang naik lebih tinggi ke wilayah daratan. ''Sebulan lalu, air laut hanya naik sekitar 50 sentimeter di pinggir daratan. Kini, setelah mangrove dibabat, air laut sudah masuk hingga 1 meter dari garis pantai,'' tambah Mar, nelayan di Telaga Punggur, Kecamatan Kabil.

Biota laut yang ada di pinggir pantai diyakini juga sudah punah. Sekitar 10 tahun lalu, masih bisa ditemukan bangau dan binatang lain di sepanjang pantai di Batam. Tapi sekarang tidak ada lagi.

Dari pengamatan Media Indonesia, pembabatan bakau terjadi di kawasan Tiban, Kabil, dan Tanjung Uncang. Di perairan juga terlihat banyak ikan yang mengapung mati.

Ketua Asosiasi Pencinta Lingkungan Kepri Irawan menuding BP Batam terlalu mementingkan nilai ekonomis saja, dan tidak memperhitungkan dampak lingkungannya. ''Ada pejabat yang bermain uang untuk mengeluarkan izin penggarapan lahan di pantai. Kami memprediksi dalam 25 tahun ke depan Batam bisa tenggelam.''

Dia berharap Menteri Lingkungan Hidup dan Hutan Siti Nurbaya segera melakukan tindakan nyata. "Pengembang perumahan untung miliaran rupiah dari pemusnahan lingkungan di Batam," tandas Irawan.

Saat dihubungi Direktur Pelayanan Satu Atap dan Humas Badan Pengusahaan Batam Dwi Djoko Wiwoho, menolak berkomentar. (N-3)

Baca Juga

ANTARA/Bayu Pratama S

Ratusan Hektare Hutan dan Lahan di Kalsel Terbakar

👤Denny Susanto 🕔Senin 02 Agustus 2021, 06:49 WIB
Dinas Kehutanan Kalsel mencatat luas areal yang terbakar sedikitnya 142,9 hektare dan 29 hektare di antaranya berada dalam kawasan...
MI/Reza Sunarya

NasDem Santuni 3 Bersaudara yang Jadi Yatim Piatu karena Covid-19

👤Reza Sunarya 🕔Senin 02 Agustus 2021, 05:59 WIB
Saan mengatakan NasDem akan menjamin seluruh pendidikan mereka hingga lulus perguruan...
Ilustrasi

DIY Siapkan Rp22,6 miliar untuk 392 Kelurahan

👤Ardi T 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 21:00 WIB
Pemerintah Daerah Istimewa Yohyakarta (DIY) siapkan Dana Keistimewaan atau Danais Rp 22.6 miliar yang akan dialokasikan untuk 392 kelurahan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya