Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Meninggal setelah 42 Tahun Koma

BBC/Wendy Mehari Utami/I-3
19/5/2015 00:00
Meninggal setelah 42 Tahun Koma
(AFP )
SETELAH terbaring dalam kondisi vegetatif di sebuah rumah sakit di Mumbai, India, selama 42 tahun, kemarin Aruna Shanbaug meninggal.

Kisah Shanbaug panjang dan memilukan.

Saat dia berusia 25 tahun, pada 27 November 1973, Shanbaug yang kala itu bekerja sebagai perawat di rumah sakit di Mumbai dianiaya secara seksual oleh petugas kebersihan rumah sakit.

Shanbaug hampir mati akibat dicekik dengan rantai logam.

Dia selamat tapi mengalami kerusakan otak.

Tubuhnya pun lumpuh.

Kondisinya vegetatif--hidup hanya berkat topangan peralatan medis.

Berbagai ungkapan simpati mengalir di jagat Twitter.

Banyak pengguna yakin harusnya Shanbaug diizinkan 'pergi lebih awal'.

Ada pula yang berkomentar, "Dia dianiaya secara brutal lalu harus hidup dalam kondisi vegetatif selama 42 tahun karena dukungan untuk eutanasia tidak ditanggapi."

Pendapat lain bahkan berbunyi, "Siksaan yang dialami Shanbaug akan selalu menjadi aib bagi India."

Pinki Virani, jurnalis sekaligus penulis buku tentang Shanbaug yang berjudul Aruna's Story, sempat mengajukan gugatan ke pengadilan.

Dia meminta Shanbaug disuntik mati karena, kata Virani, "Secara virtual, dia sudah meninggal."

Permohonannya itu ditolak mahkamah agung.

Orangtua Shanbaug memang sudah lama tiada.

Pun tidak ada kerabat lain yang masih berhubungan dengan Shanbaug selama dia dirawat di rumah sakit.

Virani pun maju sebagai perwakilannya.

Ia pernah mengajukan permintaan ke pengadilan agar mengeluarkan perintah supaya rumah sakit menyetop pemberian makan kepada Shanbaug.

Namun, kepada pengadilan, pihak rumah sakit justru menyatakan, "Shaunbag mampu menerima makanan dan meresponsnya dengan mimik wajah."

Meskipun permintaan eutanasia yang diajukan Virani ditolak mahkamah agung, kasus itu menyebabkan pemerintah melonggarkan aturan eutanasia.

Aturan terbaru menyatakan peralatan medis penopang hidup pasien boleh dilepas untuk pasien yang sakit parah dan dalam situasi tertentu.

Virani juga sempat menelusuri keberadaan Sohanlal Bharta Walmiki, penganiaya Shanbaug, tapi tidak berhasil.

Si penyerang tidak pernah dijerat hukum atas kelakuannya kepada Shanbaug.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya