Rabu 25 November 2020, 08:00 WIB

Jaga Kedaulatan RI di Tapal Batas Merauke

mediaindonesia.com | Humaniora
Jaga Kedaulatan RI di Tapal Batas Merauke

INDRA DWIYANA
TNI Satgas Perbatasan berjaga di Kampung Kondo, Distrik Naukenjerai, Merauke, Papua.

 

MERAUKE merupakan wilayah perbatasan di ujung timur Indonesia. Posisinya yang vital sebagai batas negara Indonesia-Papua Nugini ditandai banyaknya pos-pos penjagaan yang berperan penting dalam menjaga kedaulatan RI.

Tim Bakti untuk Negeri Metro TV berkesempatan menjelajah tapal-tapal batas di Merauke ini dalam program bertajuk 'Baktiku untuk Indonesia Spesial TNI AD: Menjaga Cinta di Tapal Batas'.

Menurut Komandan Yonif 125 Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi, saat ini terdapat 92 patok batas negara Indonesia-Papua di Merauke. Jumlah itu merupakan hasil penambahan 30 patok yang baru dilakukan pemerintah Indonesia belum lama ini.

“Patok ini sebenarnya hanya tanda fisik. Batas negara itu sudah diatur dengan koordinat. Nah, koordinat inilah yang sebenarnya kita yakinkan (melalui patroli patok) apakah ada pergeseran patok di lapangan atau sudah sesuai dengan koordinat yang kita punya,” jelas Letkol Anjuanda.

Dalam melakukan aktivitas penjagaan maupun patroli, ketersediaan jaringan internet sangat dibutuhkan para TNI di lapangan. Anjuanda menyebut saat ini masih terdapat 14 pos yang belum menerima jaringan internet.

“Harapan saya ke depan semua pos ini bisa terdukung jaringan. Dengan terdukungnya jaringan, tentunya komunikasi antarpos, komunikasi ke pimpinan, ke lembaga-lembaga terkait, lebih lancar. Kita terkendalanya di komunikasi, masalah pelaporan pasti lambat, khususnya yang tidak ada jaringan,” ungkapnya.

Tidak hanya kendala telekomunikasi, TNI yang berada di perbatasan juga menemui berbagai tantangan dalam melaksanakan tugasnya. Misalnya perbedaan budaya dan bahasa daerah dengan penduduk setempat menjadi salah satu tantangan untuk dapat mengenal dan dekat dengan masyarakat.

Belum lagi, kata Anjuanda, keterbatasan layanan pendidikan dan kesehatan membuat TNI harus turun langsung menyediakan kebutuhan masyarakat tersebut. Namun, berbagai kendala ini tidak menjadi halangan TNI untuk melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Kami berupaya melayani mereka di bidang kesehatan, kami mencoba membantu mereka di sekolah-sekolah. Dari sekian banyak kendala, tantangan, dan kesusahan yang kami hadapi di perbatasan, kami bangga bisa menjadi prajurit penjaga perbatasan,” tegasnya.

“Karena dengan ini kami bisa menunjukkan kepada masyarakat Papua, khususnya masyarakat asli di sini bahwa kita ada untuk mereka. Inilah wujud bakti kami yang bisa kami tunjukkan kepada masyarakat selama kami berada di perbatasan dan itu kami lakukan dengan ikhlas,” imbuh Anjuanda.

Dari pusat Kota Merauke, tim bergerak menuju pos penjagaan paling timur perbatasan Indonesia-Papua Nugini, yakni Pos Penjagaan Kondo. Pos ini berada di Kampung Kondo Distrik Naukenjerai, Merauke.

Kondisi medan yang berat di beberapa tempat menuju Kondo membuat jarak tempuh dari Kota Merauke mencapai 9 jam perjalanan darat.

Sebelum mencapai Kondo, beberapa pos penjagaan dilewati, salah satunya Pos Tumerou. Dari pos ini sebenarnya jarak ke Kondo hanya 3-4 km lagi. Namun karena kondisi jalan yang bergelombang, perjalanan memakan waktu 1-1,5 jam.

Tim tiba di Kondo pada malam hari dan disambut suara bising sebuah mesin. “Ini suara genset. Tiap malam kami menggunakan penerangan menggunakan genset,” kata Danpos Kondo Letda Inf Purwanta.

Keesokan harinya, perjalanan patroli patok batas negara dimulai. Perjalanan menuju ke patok dari Desa Kondo menempuh jarak 27 km. Medan yang dilalui pun cukup menantang.

Tim ekspedisi harus melewati hutan, rawa, savana, dan juga sungai-sungai kecil. Di beberapa lokasi bahkan mobil yang ditumpangi tim harus berjuang lepas dari rawa berlumpur.

Di Kampung Kondo sendiri tim masih bisa mendapati jaringan 4G, tetapi ketika memasuki perbatasan, jaringan mulai hilang. Karena itu, ketika patrol, para penjaga perbatasan berkomunikasi menggunakan radio.

Patroli patok sendiri dilaksanakan rutin oleh penjaga perbatasan untuk memastikan keamanan patok sebagai pembatas antarnegara. Tim ekspedisi dan TNI pun sampai di patok perbatasan Indonesia-Papua Nugini MM 13,3 dan memastikan kondisi batas negara aman. (Ifa/S2-25)

Baca Juga

MI/Adam Dwi

Program OSC Medcom.id Perluas Peluang Pelajar Dapatkan Beasiswa

👤Widhoroso 🕔Minggu 23 Januari 2022, 00:15 WIB
PROGRAM Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id diyakini mampu melebarkan penyediaan beasiswa melalui kerja sama dengan lebih banyak...
MI/Susanto

Penerima Beasiswa OSC Medcom.id Dapat Prioritas Bergabung ke Media Group

👤Widhoroso 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 23:55 WIB
BEASISWA Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id tidak hanya memberikan bantuan dana pendidikan kepada mereka yang...
DOK Medcom

Beasiswa OSC Medcom.id Permudah Pencarian Siswa Unggulan

👤Widhoroso 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 23:40 WIB
BEASISWA Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id dinilai mempermudah pencarian bibit unggul yang akan berdampak pada pembangunan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya