Rabu 24 Februari 2021, 11:25 WIB

Berawal dari Punya Jerawat yang sangat Parah

Mediaindonesia.com | Hiburan
Berawal dari Punya Jerawat yang sangat Parah

DOK Pribadi.
.

 

 


BERAWAL dari kisah Valencia Nathania yang punya jerawat tingkat parah, membuatnya merasa tidak percaya diri. Sudah berbagai cara dilakukan, mulai dari pergi ke dokter, pakai bahan-bahan dapur, pakai skincare dari yang murah sampai mahal tapi tidak ada hasilnya. Ini membuat founder dari Harlette itu akhirnya depresi dan mengurung diri di kamar.

Banyak mengurung diri di kamar, akhirnya Valen--panggilan akrabnya--mengambil kesempatan untuk belajar dan cari tahu tentang masalah kulit yang dialaminya. Ia memutuskan untuk belajar tentang kulit hingga belajar formulasi skin care di London. Setelah bertahun-tahun mengalami jerawat yang tidak kunjung sembuh bahkan makin parah, akhirnya dirinya sadar ternyata kalau kulit yang lagi rusak atau bermasalah bukan membutuhkan obat-obatan tapi yang penting fokus untuk menyehatkan kulit terlebih dahulu.

Nah, setelah sekian lama memformulasikan skincare untuk membantu kulitnya lebih sehat, dia akhirnya menemukan formula yang tepat untuk membantu menutrisi kulit supaya lebih sehat. "Dari situ saya mulai menceritakan kisah ini lewat media sosial dan membantu teman-teman yang mengalami kondisi kulit yang sama yaitu jerawat," ucapnya.

Awalnya Valen cuma membagikan produknya ke teman terdekat dan orang-orang di sekitarnya. Sampai akhirnya banyak orang-orang yang merasa tertolong dengan produk Harlette. Valen pun memutuskan untuk menjualnya supaya lebih banyak lagi orang yang bisa menggunakan. "Produk itu diberikan nama Harlette yang berasal dari kata heart dan meadow (padang rumput) yang berarti produk ini dibuat dari bahan-bahan alami dan dibuat dengan hati," jelasnya.

Dimulai dari satu orang yang tertolong berkat Harlette hingga sekarang ada ribuan orang yang sudah berjuang bersama untuk mencapai kulit sehat. Tak main-main, Valencia menggodok produknya lebih dari satu tahun hingga pada akhirnya diluncurkan pada Maret 2019.

Meski mengaku prosesnya tak mudah, Valencia berharap produknya bisa membantu orang-orang yang punya masalah serupa dengannya dulu. "Prosesnya susah banget dan aku harus yakin ini yang terbaik untuk kulit orang-orang, bukan cuma kulitku. Makanya banyak banget yang bertanya kenapa Harlette lama meluncurkan produk baru karena aku mau produk yang diberikan ke pengguna itu berkualitas dan membantu permasalahan kulit orang-orang."

Saat ini, Harlette Beauty sudah memiliki lima jenis produk, yaitu facial wash, sleeping mask, dan day crème dari bahan oatmilk, toner, emulsion dari semangka. Produk yang paling laku saat ini yaitu oatmilk sleeping mask, karena fungsinya memperbaiki skin barrier agar kulit lebih sehat.

"Kami tidak hanya jual produk tapi lebih ingin membantu teman-teman berjuang untuk mencapai kulit yang sehat. Makanya ketika ada yang mau beli, biasanya konsumen berkonsultasi terlebih dahulu agar produk yang dibelinya benar-benar menjawab masalah kulit yang dihadapi," tandas dia.

Melalui akun Instagram @harlettebeauty, skin care lokal saat ini memang tampak sedang naik daun. Tapi, Valen mengakui dirinya meluncurkan merek sendiri bukan karena mengikuti tren. Baginya, masalah kulit tidak hanya penampilan melainkan juga kesehatan kulit. Ia begitu tersentuh dengan banyaknya curhat para pelanggan yang ditemuinya di media sosial tentang masalah kulit seperti yang dialaminya dulu.

"Mereka butuh dukungan. Satu-satunya yang bisa mendukung ialah orang yang punya jerawat juga," kata dia. Itulah alasan Valen memilih tidak terlalu jorjoran mempromosikan orang-orang untuk memakai produk kecantikan tertentu. Sebab baginya, kecantikan tidak melulu dari luar, melainkan juga dari dalam yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan mental kita. "Bagaimana kita bisa menerima diri kita, menjaga pola makan, gaya hidup, baru setelah itu produk," ujarnya.

Ke depan, Valencia berencana menambah jenis produknya tapi rencana itu tidak akan direalisasikannya secara terburu-buru karena ingin melakukan riset yang mendalam demi menghasilkan produk berkualitas. Lebih jauh, ia bermimpi agar masyarakat Indonesia bangga menggunakan produk sendiri dan peduli akan kesehatan kulit.

Valencia belajar dari temannya di Korea Selatan bahwa mereka suka memakai skin care sejak dini dan langkahnya sangat ribet. Hal itu diamatinya ketika mendapat kesempatan pertukaran pelajar ke Negeri Ginseng.

"Aku pernah tanya ke orang Korea, kenapa sih kalian pakai skin care ribet, banyak step-nya? Jawaban dari teman aku gini, 'Karena kita pakai skincare buat menyehatkan kulit, jadi enggak lihat masalah sekarang apa terus pakai obat tapi investasi untuk sampai tua kulitnya tetap sehat dan bagus'," pungkasnya. (RO/OL-14)

Baca Juga

Dok. UBS Gold

UBS Gold Luncurkan Perhiasan yang Terinsipirasi dari Sinetron

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 25 Februari 2021, 20:24 WIB
Dalam peluncuran perhiasan itu, UBS Gold juga menggandeng artis Amanda Manoppo yang merupakan pemeran utama dalam sinetron Ikatan...
Antara

Musisi Blues Adrian Adioetomo Rilis Album Keempat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 18:32 WIB
Musisi blues Adrian Adioetomo merilis lagu berjudul "Burning Blood, Cold Cold Ground" yang juga menjadi bagian dari album...
DOK Instagram HBO Max.

Pilih Kontrol Kreatif, Snyder tidak Dibayar Garap Justice League

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 09:25 WIB
Ia lantas memperkirakan biaya pembuatan kembali Justice League versi dirinya sekitar US$70...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya