Rabu 14 Desember 2016, 06:20 WIB

PLN Peroleh Kredit US$435 Juta untuk Pembangkit Listrik Bergerak

Arv/E-3 | Ekonomi
PLN Peroleh Kredit US$435 Juta untuk Pembangkit Listrik Bergerak

Proyek Mobile Power Plant (MPP) Pembangkit Listrik 2X50 MW usai dikunjungi Presiden Joko Widodo di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalbar. -- ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

 

HUNGARIAN Export Import Bank Plc (Hexim) dan Export Deve­lopment Canada (EDC) menjadi kreditur senilai US$435 juta untuk pengadaan delapan pembangkit listrik bergerak (mobile power plant/MPP) yang dipasang PT PLN (persero). Proyek kerja sama dengan GE Power Indonesia itu akan dipasang di delapan daerah dengan total kapasitas 500 megawatt (Mw).

“Setiap kreditur memiliki partisipasi yang setara. Komitmen finansial bagian Hexim didanai Hungarian Export Credit Insu­rance Company (MEHIB), sedangkan EDC menyediakan pembiayaan langsung,” kata Direktur Keuangan PLN Sarwono dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.

Standard Chartered Bank bertindak sebagai pihak yang me­ngoordinasikan tugas-tugas administrasi. Sementara itu, divisi Global Capital Markets dari GE Energy Financial Services menjadi penasihat keuangan untuk PLN dan akan membantu untuk mewujudkan infrastruktur energi untuk Indonesia.

“Kesepakatan kredit berjangka 12 tahun sejumlah U$435 juta kolaborasi dari EDC dan Hexim,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, proyek pembangkit listrik mobile merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mempercepat prioritas pemerintah untuk meng­instal tambahan kapasitas listrik baru pada 2019.
“Kami memanfaatkan pendanaan tanpa jaminan pemerintah dalam portofolio pembiayaan kami selain pembiayaan dari lembaga bilateral dan multilateral lainnya,” tandasnya.

Dengan 20 unit MPP jenis GE TM2500 aeroderivative yang menghasilkan 500 Mw listrik bagi sekitar empat juta rumah Indonesia, total 500 Mw tersebut tersebar di delapan lokasi di Indonesia yang membutuhkan infrastruktur listrik tambahan yakni di Lampung (100 Mw), Pontianak (100 Mw), Bangka (50Mw), Riau (75Mw), Belitung (25 Mw), Ampenan (50 Mw), Paya Pasir (75 Mw), dan Nias (25 Mw).

“Kami senang dapat berperan dalam mengembangkan sektor energi dan ekonomi di Indonesia dengan menyediakan teknologi maupun solusi pembiayaan untuk PLN sehingga dapat menyediakan listrik yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia,” ujar Country Director GE Power Indonesia David Hutagalung. (Arv/E-3)

Baca Juga

BRI Life

Kominfo Duga ada Penyalahgunaan Keamanan BRI Life

👤Ant 🕔Jumat 30 Juli 2021, 01:15 WIB
Hasilnya, ditemukan ada dugaan penyalahgunaan data elektronik perusahaan tersebut oleh oknum...
Dok. Pribadi

Punya Peran Penting, Desain Handel Pintu Makin Kekinian

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Juli 2021, 23:28 WIB
Pada kelengkapan daun pintu, peran handel (pegangan pintu) memiliki fungsi penting di samping penampilannya yang berukuran kecil, mudah...
Dok PT KAS

Akad Kredit Rumah Bisa Drive Thru

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Juli 2021, 22:35 WIB
Konsep ini menjadi terobosan agar proses pemasaran properti tak terkendala kondisi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya