Rabu 27 Januari 2021, 13:50 WIB

RI Bertransformasi Jadi Pengekspor Barang Berteknologi Tinggi

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
RI Bertransformasi Jadi Pengekspor Barang Berteknologi Tinggi

Antara
Menter Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi

 

MENTERI Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menegaskan saat ini Indonesia tengah bertransformasi menjadi negara pengekspor barang berteknologi tinggi.

Hal ini terlihat dari berbagai indikator seperti ekspor besi baja Indonesia senilai US$11 miliar dengan permintaan secara tahunan (yoy) hampir 50% selama 2020.

"Di 2020 saya bisa garis bawahi Indonesia bukan lagi pengekspor barang mentah dan setengah jadi, tapi kita bertansformasi menjual barang industri berteknologi tinggi. Ini bakal menjadi primadona kita kedepannya," ujar Lutfi dalam acara Media Group News Summit 'How To Accelerate Economic Growth' secara virtual, Rabu (27/1).

Lutfi menambahkan, top ten produk ekspor non-migas Indonesia nilainya hampir 60% total ekspor selama 2020.

Dari 10 yang terbaik ada tiga barang yang bertransformasi dengan baik, yakni ekspor kelapa sawit, kedua ialah batu bara dan besi baja.

Kemudian, ekspor komoditas mesin dan peralatan elektronik (HS85) juga dikatakan Lutfi, meningkat selama pandemi.

Namun, Lutfi mengatakan nilai ekspor kendaraan bermotor turun menjadi US$ 6,6 miliar di 2020. Dia sempat menyinggung soal Filipina yang mengenakan bea masuk tindakan pengamanan sementara (BMTPS) atau safeguard atas mobil impor asal Indonesia.

Hal itu, menurutnya, berdampak pada penurunan ekspor industri otomotif Indonesia.

"Yang lagi bikin saya kesel, Filipina sekarang ini menetapkan safeguard untuk industri mereka yang beli mobil dari kita. Jadi kalau diihat secara kasat mata sebenarnya mereka itu lagi ketakutan daripada balance of trade mereka itu mengganggu cad (current account deficit) mereka," ungkap Mendag.

Namun masalah tersebut tak menyurutkan Kementerian Perdagangan untuk berbenah. Dalam meningkatkan ekspor barang jadi, Lutfi menyebut pihaknya bakal membenahi serangkaian ratifikasi perdagangan seperti Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).

"Kita punya kerja sama dengan Australia dan sedang negosiasi dengan 25 negara lainnya. Jual baja tanpa perjanjian dagang bebas akan sulit. Un-traditional market akan kita buka," pungkas Mendag. (OL-13)

Baca Juga: Menkominfo RI Salurkan 65 Tower BTS Kepada Pemkab Sorong Selatan

 

Baca Juga

DOK BANK BRI

Gerakkan Ekonomi Daerah 3T Melalui Penyaluran Bantuan Pemerintah

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Maret 2021, 17:36 WIB
Hendri merasa profesi yang dilakoninya sebagai mantri BRI di kawasan terdepan memberikan manfaat kepada...
DOK Sinar Mas Land.

Ada Insentif PPN, Wish for Home Raup Rp210 Miliar dalam Dua Hari

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Maret 2021, 17:19 WIB
Program itu berlangsung hingga akhir tahun ini dan dibagi menjadi tiga periode yaitu 6 Maret-30 Juni, 1 Juli-30 September, dan 1 Oktober-31...
MI/Andri Widiyanto

Tak Gulirkan Subsidi Gaji, Pemerintah Dorong Sektor Produktif

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 09 Maret 2021, 17:17 WIB
Menko Perekonomian menyebut upaya perlindungan sosial pada tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Pemerintah fokus pada sektor produktif...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya