Sabtu 19 November 2022, 05:00 WIB

Gelora Peradaban Sepak Bola

Administrator | Editorial
Gelora Peradaban Sepak Bola

MI/Duta
Ilustrasi MI.

SEPAK BOLA menjadi olahraga yang paling digemari di muka bumi, dan turnamennya yang paling akbar, yakni Piala Dunia. Setiap empat tahun sekali, seluruh dunia akan terpaku pada perhatiannya pada Piala Dunia. Besok, gelaran Piala Dunia 2022 Qatar akan dimulai.

Qatar, negara kecil di Semenanjung Arab, akan menjadi tuan rumah bagi 31 negara lainnya di turnamen tertinggi sepak bola sejagat. Qatar memiliki iklim yang begitu panas. Situasi yang membuat gelaran Piala Dunia akhirnya digeser pada November-Desember dari yang biasanya pada Juni hingga Juli.

Inilah pertama kalinya Piala Dunia digelar di negara Timur Tengah. Sebanyak 32 negara akan memperebutkan takhta juara dunia sepak bola di tengah kontroversi yang menyelimuti penunjukan dan persiapan negeri kaya minyak itu sebagai tuan rumah edisi Piala Dunia ke-22 tersebut.

Mulai isu suap pejabat FIFA saat Qatar menang voting sebagai negara penyelenggara Piala Dunia 2022, pelanggaran HAM di balik tewasnya banyak pekerja stadion, hingga pelarangan suporter LGBT masuk ke Qatar mengemuka di tengah antusiasme sambutan miliaran pencinta sepak bola dunia.

Belum lagi munculnya keraguan akan kualitas pertandingan di turnamen akbar ini. Piala Dunia digelar dalam perubahan waktu yang sangat berbeda tentu akan berpengaruh pada kebugaran pemain karena digelar di tengah-tengah kompetisi di sejumlah negara Eropa masih bergulir.

Dari sekian banyak pemain bintang yang turun di Piala Dunia, sebagian besar berlaga di Eropa. Untuk Piala Dunia 2022, situasi ini membuat fokus para pemain menjadi terbelah. Cedera pemain, menjadi ‘kondisi menyeramkan’ yang harus dihadapi sejumlah tim.

Namun, di tengah berbagai kontroversi tersebut, gelaran Piala Dunia akan menjadi hiburan masyarakat dunia yang kini dihadapkan pada kondisi perekonomian yang tidak menentu pascapandemi covid-19 yang diperparah konflik Rusia-Ukraina.

Perang Rusia-Ukraina telah merusak rantai pasokan pangan global yang membuat harga pangan melonjak sehingga tak terjangkau penduduk miskin dunia. Perang yang juga membuat dua blok besar dunia terbelah.

Hadirnya perhelatan akbar ini akan membuat dunia sejenak berpaling dari berbagai ketegangan yang menyelimuti sepanjang tahun 2022 akibat perang Rusia-Ukraina dan potensi krisis ekonomi global tahun mendatang.

Bahkan, lewat momen akbar penuh keajaiban inilah yang membuat Presiden FIFA Gianni Infantino menggelorakan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina ketika 5,5 miliar pasang mata di seluruh dunia tercurah pada Piala Dunia selama sebulan.

Sepak bola teramat penting bagi peradaban manusia dalam 100 tahun terakhir. Perannya jauh dari sekadar adu kemampuan mencetak gol dan olah bola. Sepak bola telah menjelma sebagai subkultur yang memiliki tatanannya sendiri, yang bahkan mampu menghadirkan perdamaian dan persatuan di dunia.

Bukan tidak mungkin, gencatan tersebut akan terealisasi seiring berjalannya turnamen. Semua sepakat bahwa sepak bola ialah bahasa perdamaian yang dapat mengubah wajah dunia. Seluruh dunia akan merasakan atmosfer dan gelora sportivitas dan perayaan kemenangan bersama.

Piala Dunia, dalam konteks budaya memang merupakan momen akbar bagi kehidupan manusia di seluruh dunia. Dengan kondisi-kondisi yang menyertainya di Piala Dunia 2022, patut ditunggu apakah sepak bola masih punya keajaiban untuk mempersatukan dunia, selain juga kegembiraan dan menumbuhkan harapan.

Baca Juga

MI/Duta

Pantang Menyerah Melawan Terorisme

👤Administrator 🕔Kamis 08 Desember 2022, 05:00 WIB
AKSI terorisme kembali terjadi. Kemarin, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di Polsek Astanaanyar, Kecamatan Astanaanyar,...
MI/Seno

Menyongsong Paradigma Pemidanaan Modern

👤Administrator 🕔Rabu 07 Desember 2022, 05:00 WIB
RANCANGAN Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) akhirnya disetujui Dewan Perwakilan Rakyat untuk menjadi...
MI/Seno

Menutup Celah Koruptor Berulang

👤Administrator 🕔Selasa 06 Desember 2022, 05:00 WIB
DALAM perang melawan korupsi, memberi efek jera ialah hal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya