Kamis 17 November 2022, 05:00 WIB

Harapan dari Pulau Dewata

Administrator | Editorial
Harapan dari Pulau Dewata

MI/Duta
Ilustrasi MI.

KEMARIN, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 yang digelar di Bali resmi ditutup. Sebagai Presidensi G-20 2022, Indonesia selanjutnya menyerahkan kepemimpinan itu kepada India yang akan menjadi penyelenggara perhelatan serupa berikutnya tahun depan.

Kita tentunya patut bersyukur puncak penyelenggaraan KTT G-20 yang dihelat di Nusa Dua pada 15-16 November itu secara umum berlangsung aman dan lancar. Kendati ada sedikit kekecewaan delegasi Rusia dalam forum tersebut lantaran ada kecaman terhadap agresi negara itu di Ukraina, draf deklarasi yang diusulkan dalam Presidensi Indonesia kali ini disepakati mayoritas anggota.

Melalui forum ini, kita tentu menghargai dan mengapresiasi usaha semua pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta, yang telah bekerja keras terlibat mempersiapkan ajang ini sejak jauh-jauh hari. Mulai dari membentuk berbagai sherpa hingga menyelenggarakan berbagai kegiatan pra-event sebelum puncak KTT berlangsung.

Tidak mudah menggelar sebuah forum yang dihadiri para pemimpin dunia di tengah situasi sosial, ekonomi, dan politik yang tidak menentu saat ini. Selain pandemi covid-19 yang masih menghantui, kondisi perekonomian global juga sedang tidak baik-baik saja. Begitu pun dengan ketegangan politik antarbangsa, termasuk konflik Rusia-Ukraina. Di tengah kondisi dunia yang ‘gelap’ ini, wajar banyak pihak berharap forum G-20 dapat menjadi titik terang.

Momen penyelenggaraan KTT ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran banyak pihak. Apalagi semua negara anggota G-20 bisa dibilang merupakan penentu arah dunia. Selain menguasai 80% perekonomian global, mereka juga menguasai 79% perdagangan dan mewakili 60% penduduk dunia. Dengan demikian, forum ini dipandang signifikan untuk menjawab berbagai krisis yang ada.

Dalam dokumen Bali Leaders Declaration yang dihasilkan, setidaknya ada upaya serius dari semua anggota G-20 untuk bersama-sama memulihkan kondisi perekonomian dunia. Mereka, misalnya, sepakat mewujudkan ketahanan rantai pasok global untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, inklusif, dan adil. Selain itu, mereka pun akan mengambil tindakan untuk mendorong ketahanan pangan dan energi serta mendukung stabilitas pasar.

Hal yang juga tak kalah penting, dalam dokumen Bali Leaders Declaration yang dihasilkan, Indonesia disebut memperoleh komitmen pendanaan sebesar US$20 miliar atau sekitar Rp312 triliun dari Just Energy Transition Programme. Komitmen pendanaan program energi transisi ini, menurut Presiden Jokowi, penting karena akan memberikan dampak signifikan terhadap kondisi lingkungan dunia.

Di samping itu, Bali Leaders Declaration juga menyepakati sejumlah kerja sama konkret dalam berbagai bidang. Di antaranya, terbentuknya pandemic fund (dana penanganan pandemi) yang jumlahnya telah terkumpul sebanyak US$1,5 miliar serta operasionalisasi resilience sustainability trust di bawah IMF yang mencapai US$81,6 miliar. Dana ini untuk membantu negara-negara berpenghasilan kecil dan menengah dalam menghadapi tantangan jangka panjang seperti perubahan iklim dan pandemi.

Dari dokumen deklarasi yang dihasilkan, semoga tema yang diusung Indonesia dalam Presidensi G-20 ini, yakni Recover Together, Recover Stronger (Pulih Bersama, Bangkit Perkasa), dapat terwujud sebab dunia tidak akan bisa pulih, apalagi bangkit, tanpa kerja sama seluruh pihak.

Indonesia, seperti dituturkan Presiden Jokowi saat membuka KTT ini, telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjembatani perbedaan yang sangat dalam dan lebar di antara bangsa-bangsa di dunia. Namun, ia meyakini keberhasilan hanya dapat tercapai jika semua negara, tanpa terkecuali, berkomitmen, bekerja keras, menyisihkan perbedaan-perbedaan untuk menghasilkan sesuatu yang konkret dan bermanfaat bagi dunia di tengah berbagai tantangan yang dihadapi. Semua langkah itu sudah dimulai pada KTT G-20 di Bali.

Baca Juga

MI.Duta

Lorong Gelap sang Guru

👤Administrator 🕔Sabtu 26 November 2022, 05:00 WIB
SEMUA orang mungkin mengerti dan sepakat dengan beberapa baris ungkapan yang menggambarkan mulianya sosok dan profesi guru yang terdapat...
MI/Duta

Malaysia Songsong Reformasi

👤Administrator 🕔Jumat 25 November 2022, 05:00 WIB
MALAYSIA mengakhiri kebuntuan pembentukan pemerintahan dengan penunjukan Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri baru,...
MI.Duta

Ironi Penggantian Hakim Konstitusi

👤Administrator 🕔Kamis 24 November 2022, 05:00 WIB
MESKIPUN menuai banyak kritik, kemarin Presiden Jokowi resmi melantik Guntur Hamzah sebagai hakim konstitusi di Istana Kepresidenan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya