Rabu 16 November 2022, 05:00 WIB

Seruan Damai dari Bali

Administrator | Editorial
Seruan Damai dari Bali

MI/Seno
Ilustrasi MI.

KONFERENSI Tingkat Tinggi Negara-negara Anggota G-20 (KTT G-20) biasanya memang membicarakan persoalan ekonomi dan turunannya. Namun, KTT di Bali kali ini lain karena berlangsung ketika dunia tengah diliputi ketegangan, bahkan di tengah perang antara Rusia dan Ukraina.

Tatkala tak lagi ada jarak di antara negara-negara di seluruh penjuru dunia, masalah di suatu tempat akan berdampak di tempat lain. Perang di suatu kawasan pun berimbas buruk di kawasan lain.

Perang Ukraina dan Rusia ialah contoh dari fenomena itu. Tak hanya menimbulkan banyak korban jiwa dari kedua pihak, tak cuma menyebabkan kerusakan fisik luar biasa, terutama di Ukraina, perang membuat krisis di banyak negara bertambah parah. Di saat dunia sedang mati-matian memulihkan diri dari gempuran covid-19, perang membuat upaya itu menjadi sulit setengah mati.

Perang Ukraina kontra Rusia juga berpengaruh pada pembelahan masyarakat global. Banyak negara yang pro dan membela Ukraina, ada pula yang berpihak kepada Rusia. Bahkan, ada tanda-tanda nasfu berperang di Eropa Timur itu menular ke belahan dunia yang lain. Ketegangan terjadi di kawasan Laut China Selatan, di Selat Taiwan, juga di Semenanjung Korea.

Tentu, kita tak ingin dunia dicengkeram semangat sesat saling membunuh. Pasti, kita tak menghendaki dunia dijajah watak dan perilaku destruktif. Jelas, kita tak mau dunia terpecah belah seperti yang sudah-sudah. Kita pun tak berharap sejarah kelam terulang.

Pada konteks itulah, sungguh tepat seruan yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka KTT G-20 di The Apurva Kempinski Bali, kemarin. Jokowi menegaskan, sudah saatnya perang dihentikan. Perang hanyalah menghambat gerak maju dunia sehingga mesti disudahi.

Jokowi juga menyerukan agar dunia tidak dibagi menjadi beberapa bagian. ''Kita tidak boleh membiarkan dunia jatuh ke dalam perang dingin lagi.'' Begitu katanya kepada beberapa pemimpin dunia seperti Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden Tiongkok Xi Jinping, dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Perang dingin ialah masa suram peradaban manusia. Pada kurun 1947 hingga 1991 itu, dunia terbelah menjadi Blok Barat yang dipimpin Amerika dan Blok Timur pimpinan Uni Soviet. Keduanya berebut pengaruh dan pamer kekuatan yang sewaktu-waktu bisa menjerumuskan dunia ke dalam petaka perang.

Zaman sudah berubah, era sudah berbeda. Namun, harus diakui, bibit-bibit perpecahan dunia belum sepenuhnya sirna. Perang Ukraina dan Rusia yang menyeret keterlibatan banyak negara ialah contoh nyata. Ketegangan antara Tiongkok dan AS sebagai dua negara paling berpengaruh di atas bumi menjadi bukti yang terkonfirmasi.

Hanya kesadaran semua pihak yang bisa membuat dunia lepas dari ketegangan. Akan tetapi, pesan damai niscaya terus digaungkan. Seruan itulah yang disampaikan oleh Jokowi, oleh Indonesia sebagai Presidensi G-20, sebagai tuan rumah KTT di Bali.

Pesan damai itu pula yang disuarakan Joe Biden, juga dari Bali. Saat bertemu dengan Xi Jinping, Biden menegaskan tidak perlu ada perang dingin baru di dunia. Dengan Tiongkok, dia berjanji akan bersaing penuh semangat, tetapi tidak akan sampai berubah menjadi konflik, apalagi perang.

Dunia yang damai ialah kunci kebangkitan dunia dari keterpurukan akibat korona. Ia syarat utama bagi implementasi tema KTT G-20, yaitu Recover Together, Recover Stronger. Hanya dengan bahu-membahu, saling mendukung, dan bekerja sama, dunia bisa pulih dan menjadi lebih kuat.

Ikut melaksanakan ketertiban dunia, perdamaian abadi, dan keadilan sosial merupakan amanah konstitusi kita. Dari Bali, kita melaksanakan perintah itu. Dari Pulau Dewata, seruan damai mendunia dan semoga tidak hanya sekadar kata-kata.

Baca Juga

MI/Duta

Pantang Menyerah Melawan Terorisme

👤Administrator 🕔Kamis 08 Desember 2022, 05:00 WIB
AKSI terorisme kembali terjadi. Kemarin, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di Polsek Astanaanyar, Kecamatan Astanaanyar,...
MI/Seno

Menyongsong Paradigma Pemidanaan Modern

👤Administrator 🕔Rabu 07 Desember 2022, 05:00 WIB
RANCANGAN Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) akhirnya disetujui Dewan Perwakilan Rakyat untuk menjadi...
MI/Seno

Menutup Celah Koruptor Berulang

👤Administrator 🕔Selasa 06 Desember 2022, 05:00 WIB
DALAM perang melawan korupsi, memberi efek jera ialah hal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya