Sabtu 12 November 2022, 05:00 WIB

Tinggalkan Politik Kekanak-kanakan

Administrator | Editorial
Tinggalkan Politik Kekanak-kanakan

MI/Duta
Ilustrasi MI.

USIA 24 tahun boleh jadi memang belum terlalu matang sebagai sebuah negara demokrasi. Akan tetapi, dalam usia itu semestinya negara ini sudah mulai dewasa dalam berpolitik. Pertanyaannya, sudah dewasakah kita?

Negeri ini sudah dua dekade lebih menanggalkan era otoritarian. Lewat jalan reformasi yang tidak mudah, yang berdarah-darah, yang harus ditebus dengan nyawa sejumlah patriot bangsa, kita bisa hidup di era kebebasan. Era yang seharusnya menjadi modal berharga untuk menuju pelabuhan kesejahteraan.

Kita tentu tak asal memilih demokrasi sebagai titian hidup berbangsa dan bernegara. Dengan demokrasi yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk berperan serta mengelola negara, kita yakin negeri ini bisa menjadi negara yang besar. Dengan demokrasi yang memberikan tempat terhormat bagi perbedaan, kita optimistis bangsa ini dapat mempererat persatuan.

Itulah keinginan ideal kita. Sayangnya, ia masih jauh dari kenyataan. Kenyataannya, kita masih gagap berdemokrasi. Prinsip mulia demokrasi tak jarang diabaikan, bahkan diselewengkan. Atas nama demokrasi, sebagian anak bangsa berlaku suka-suka. Atas nama kebebasan, tak sedikit yang berpolitik tanpa batas.

Demokrasi sebagai perekat keberagaman kerap dibolak-balik. Kerap kali sebagian dari kita, termasuk para elite, malah mengedepankan perbedaan ketimbang mengutamakan persatuan dan kesatuan.

Dalam berpolitik, sikap kekanak-kanakan juga kerap ditonjolkan. Seperti anak-anak yang suka ngambek, suka marah, para politikus demikian halnya. Mereka dengan gampangnya menganggap teman sebagai lawan ketika tidak lagi sejalan dalam pilihan.

Simak saja narasi-narasi mengerikan yang terus ditebarkan. Istilah-istilah gila seperti cebong untuk pendukung pemerintah dan kadrun buat oposisi tetap dipelihara. Jarak di antara keduanya pun setipis kulit ari. Mereka yang tadinya sekutu tiba-tiba dianggap beda kubu hanya karena berbeda pendapat dan pilihan.

Belum lagi soal politisasi politik identitas. Mereka yang tadinya tiada henti menuding dan menstigma pihak lain memainkan politik identitas, tanpa malu sedikit pun menggunakan cara yang ditudingkan itu.

Semua demi memuaskan kepentingan kelompok, semua demi kekuasaan.

Pada konteks itulah, tepat, sangat tepat, ajakan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh kepada seluruh kadernya untuk konsisten menjalankan kedewasaan dalam berpolitik. Ajakan itu disampaikannya dalam puncak perayaan HUT ke-11 Partai NasDem di Jakarta Convention Center, kemarin.

Salah satu kedewasaan dalam berpolitik ialah dengan menjaga kebersamaan di tengah perbedaan. Surya pun mengingatkan pentingnya melanggengkan persahabatan kendati beda pandangan. Sebab, meski berlainan, tujuannya sama yakni demi kejayaan Indonesia yang sama-sama kita cintai.

Ajakan Surya Paloh penting, sangat penting, untuk terus digaungkan. Hal itu sangat relevan, tak hanya buat kader NasDem, tapi juga bagi semua kader bangsa. Tak cuma Surya, ajakan serupa semestinya juga terus dilakukan oleh para elite, para tokoh agama, tokoh masyarakat, cerdik pandai, kita semua. Suarakan ajakan itu sekeras-kerasnya, jauh lebih keras ketimbang suara-suara sumbang penganut politik picik.

Sebagai negara demokrasi, kita bukan lagi anak-anak, juga bukan lagi remaja. Karena itu, politik kekanak-kanakan selekasnya harus kita tinggalkan. Demokrasi di Republik ini mesti segera menapaki kedewasaan, apalagi menjelang bergulirnya kembali kompetisi pemilu pada 2024 nanti.

Pastikan demokrasi kita menyatukan, bukan mencerai-beraikan. Pesta demokrasi harus membahagiakan. Ceria dalam kontestasi. Berpolitiklah yang mendamaikan, bukan yang memicu keterbelahan, demi keutuhan bangsa untuk menghadapi tantangan masa depan yang tak ringan.

Baca Juga

MI/Duta

Pantang Menyerah Melawan Terorisme

👤Administrator 🕔Kamis 08 Desember 2022, 05:00 WIB
AKSI terorisme kembali terjadi. Kemarin, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di Polsek Astanaanyar, Kecamatan Astanaanyar,...
MI/Seno

Menyongsong Paradigma Pemidanaan Modern

👤Administrator 🕔Rabu 07 Desember 2022, 05:00 WIB
RANCANGAN Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) akhirnya disetujui Dewan Perwakilan Rakyat untuk menjadi...
MI/Seno

Menutup Celah Koruptor Berulang

👤Administrator 🕔Selasa 06 Desember 2022, 05:00 WIB
DALAM perang melawan korupsi, memberi efek jera ialah hal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya