Kamis 10 November 2022, 05:00 WIB

Mengantisipasi Lonjakan Covid-19

Administrator | Editorial
Mengantisipasi Lonjakan Covid-19

MI/Duta
Ilustrasi MI.

WABAH korona belum juga mereda. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, pada Senin (7/11), tercatat 42 orang meninggal karena virus tersebut. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari sehari sebelumnya.

Tidak hanya kematian, jumlah mereka yang terpapar juga meningkat. Data Kemenkes mencatat dari periode 4 Oktober hingga 8 November 2022 atau sebulan terakhir sebanyak 27.081 pasien konfirmasi positif covid-19 bahkan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, hampir separuh atau sebanyak 10.639 pasien memiliki gejala sedang, berat, hingga kritis, dengan 74% di antaranya belum mendapatkan vaksin booster.

Fakta ini menunjukkan situasi memang belum baik-baik saja. Betul, sejauh ini kebijakan pemerintah dalam menangani covid-19 sudah di jalur yang benar, bahkan lebih baik daripada sejumlah negara lain. Namun, hal itu jangan membuat kita terlena. Jangan sampai lonjakan kasus ini menghentikan laju pemulihan ekonomi yang sudah mulai membaik di tengah ancaman krisis global. Sejauh ini, pemerintah masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) meski di level 1. Jangan sampai pemerintah kembali menginjak rem lebih dalam lagi dengan memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat secara ketat. Jika ini yang terjadi, aktivitas masyarakat terhambat yang ujungnya akan melemahkan perputaran roda ekonomi.

Kesehatan ekonomi dan masyarakat mesti seiring sejalan. Oleh karena itu, semua pihak harus kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama mengenakan masker di ruang publik. Begitu pun dengan kebijakan bekerja dari rumah (work from home), yang dapat diterapkan secara bergantian, mesti terus dilanjutkan. Ingat pandemi covid-19 belum berakhir. Varian baru dari virus itu terus bermunculan. Terbaru ialah omikron XBB dan XBC. Kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya, terutama saat varian delta mengamuk pada tahun lalu, yang menewaskan ribuan orang dan merepotkan tenaga kesehatan. Jangan sampai itu terulang.

Sudah semestinya pemerintah daerah bersiaga dengan menyiapkan infrastruktur kesehatan, baik ketersediaan tempat tidur, tabung oksigen, obat, maupun tenaga kesehatan, untuk mengantisipasi lonjakan pasien. Infrastruktur kesehatan ibarat fondasi yang akan memudahkan pemerintah mengambil kebijakan terkait mitigasi, pencegahan, dan penanganan.

Begitu pula dengan program vaksinasi, harus kembali digencarkan, terutama untuk dosis tambahan (booster) agar tercipta kekebalan komunal (herd immunity). Masyarakat yang belum menerima vaksin, segeralah mendatangi fasilitas atau sentra layanan vaksin terdekat. Ingat, kesehatan dan nyawa Anda sekeluarga lebih berharga dari apa pun juga.

Kita pun mendukung sepenuhnya ketegasan pemerintah yang tidak buru-buru menyatakan wabah ini sebagai endemi. Begitu pun dengan kebijakan untuk memperpanjang penerapan PPKM meski cuma di level paling rendah. Intinya, melalui forum ini, kami tidak segan-segan mengimbau kesadaran masyarakat dan kesigapan pemerintah karena itulah benteng utama untuk menghadapi perang panjang melawan covid-19, yang bisa menyerang kita setiap saat. Jangan pernah lengah, apalagi menyerah kalah.

Baca Juga

MI/Duta

Pantang Menyerah Melawan Terorisme

👤Administrator 🕔Kamis 08 Desember 2022, 05:00 WIB
AKSI terorisme kembali terjadi. Kemarin, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di Polsek Astanaanyar, Kecamatan Astanaanyar,...
MI/Seno

Menyongsong Paradigma Pemidanaan Modern

👤Administrator 🕔Rabu 07 Desember 2022, 05:00 WIB
RANCANGAN Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) akhirnya disetujui Dewan Perwakilan Rakyat untuk menjadi...
MI/Seno

Menutup Celah Koruptor Berulang

👤Administrator 🕔Selasa 06 Desember 2022, 05:00 WIB
DALAM perang melawan korupsi, memberi efek jera ialah hal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya