Rabu 09 November 2022, 05:00 WIB

Momentum Ekonomi yang Impresif

Administrator | Editorial
Momentum Ekonomi yang Impresif

MI/Seno
Ilustrasi MI.

EKONOMI Indonesia melambung di tengah kondisi ekonomi global yang berada di ambang resesi. Pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,72% secara tahunan pada kuartal III 2022. Sebuah pencapaian yang melampaui ekspektasi dan patut diapresiasi.

Pencapaian dalam momentum pemulihan ekonomi yang sempat babak belur akibat pandemi covid-19. Kini, dengan keberhasilan pemerintah menangani pandemi, masyarakat kembali bergerak. Maka, motor perekonomian juga bergerak.

Badan Pusat Statistik menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal III itu lebih banyak ditopang oleh konsumsi rumah tangga menengah ke atas dengan capaian sebesar 5,93% karena aktivitas belanja pada kelompok masyarakat menengah atas, khususnya untuk kebutuhan tersier, meningkat.

Tentunya, makin besarnya konsumsi kelompok masyarakat menengah ke atas akan berpengaruh besar kepada kelompok masyarakat lainnya.

Dampak ini akan menyokong dua sektor pendorong pertumbuhan ekonomi, yaitu dari transportasi dan pergudangan, yakni ketika wisatawan mulai masuk dan kebutuhan belanja terus meningkat.

Berbagai capaian ini diharapkan mampu menjadi fondasi bagi langkah Indonesia untuk benar-benar menghindari jurang resesi global di tahun 2023. Upaya yang tetap harus terus dijaga agar Indonesia menjadi penerang di tengah gelapnya ekonomi global tahun depan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2022 mencapai 5,72% secara tahunan. Ini pertumbuhan lebih tinggi daripada kuartal terdahulu sebesar 5,44%. Atau melampaui capaian kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,51%.

Akan tetapi, sejumlah ekonom memprediksi kondisi triwulan IV bakal berbeda. Kuartal III dipengaruhi base year effect, yakni kecenderungan pertumbuhan dari nilai yang kondisi awalnya rendah, sedangkan tantangan ekonomi di kuartal IV akan lebih berat. Pasalnya, base year effect sudah tidak terasa karena kuartal IV tahun lalu pertumbuhannya sudah di atas 5%. Kondisi itu akan mengurangi pertumbuhan di kuartal IV tahun ini. Artinya, ekonomi akan tumbuh tetap positif meskipun melambat.

Perlambatan ekonomi ini akan berdampak pada kenaikan harga barang konsumsi. Apalagi dampak kenaikan harga-harga akibat penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan mulai dirasakan masyarakat.

Kewaspadaan patut dicermati pemerintah, terutama tim ekonomi di jajaran Kabinet Indonesia Maju. Antisipasi kebijakan untuk menangkal dampak resesi ekonomi global sebaiknya cepat dimitigasi.

Tentu semua pihak berharap jangan sampai tekanan seperti yang menimpa industri garmen karena menurunnya permintaan ekspor terjadi di sektor lain. Pemerintah dituntut untuk kerja ekstra keras dalam memitigasi dampak-dampak tekanan krisis ekonomi global tahun depan.

Jika ekonomi bangsa ini ingin terus meroket di dalam triwulan terakhir 2022, dorongan belanja APBN sangat dibutuhkan. Perlu ada terobosan yang cukup strategis untuk memberikan efek domino terhadap perekonomian rakyat.

Selain itu, peran kolaborasi antara pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga inflasi dengan penyesuaian suku bunga yang moderat. Yang juga penting ialah menjaga daya beli masyarakat, serta penguatan pasar domestik agar perlambatan ekonomi tidak terjadi.

Tentunya, seluruh elemen bangsa pun harus merapatkan barisan untuk bersama-sama menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menunjukkan tren pemulihan ekonomi. Dengan capaian yang terus impresif, diharapkan pertumbuhan ekonomi semakin menguat.

Baca Juga

MI/Duta

Pantang Menyerah Melawan Terorisme

👤Administrator 🕔Kamis 08 Desember 2022, 05:00 WIB
AKSI terorisme kembali terjadi. Kemarin, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di Polsek Astanaanyar, Kecamatan Astanaanyar,...
MI/Seno

Menyongsong Paradigma Pemidanaan Modern

👤Administrator 🕔Rabu 07 Desember 2022, 05:00 WIB
RANCANGAN Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) akhirnya disetujui Dewan Perwakilan Rakyat untuk menjadi...
MI/Seno

Menutup Celah Koruptor Berulang

👤Administrator 🕔Selasa 06 Desember 2022, 05:00 WIB
DALAM perang melawan korupsi, memberi efek jera ialah hal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya