Membuka Ruang Perjumpaan Elite

Penulis: Media Indonesia Pada: Kamis, 06 Jun 2019, 05:05 WIB Editorial MI

PERJUMPAAN antara elite yang berbeda sikap politik senantiasa menghadirkan kesejukan. Setiap momentum, terutama Idul Fitri 2019, hendaknya dimanfaatkan para elite untuk merajut kembali tenunan kebangsaan yang sempat terkoyak selama Pemilu 2019.

Pertemuan antara calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sangat dinanti-nantikan masyarakat saat ini. Jika pertemuan keduanya terwujud, diharapkan mampu meneteskan embun keteduhan kepada pendukung mereka masing-masing.

Banyak pihak berharap agar Jokowi dan Prabowo dapat bertemu tatap muka meski sengketa hasil Pemilu 2019 masih diperiksa di Mahkamah Konstitusi. Jokowi sendiri, dalam berbagai kesempatan setelah pemilu digelar pada 17 April, selalu mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan Prabowo.

Nuansa Idul Fitri 2019 menjadi momentum indah untuk mewujudkan harapan masyarakat agar Jokowi dan Prabowo bisa bertemu. Pertemuan di antara keduanya jangan pula dipaksa-paksakan. Sebab, mereka ialah negarawan yang sudah tahu kapan harus bertemu untuk kepentingan bangsa dan negara.

Kiranya tidak ada yang salah dengan harapan masyarakat luas agar Jokowi dan Prabowo bisa secepatnya bertemu. Masyarakat sesungguhnya ingin mempertahankan dan melanjutkan suasa sejuk yang dihadirkan dalam dua perjumpaan elite sepekan terakhir.

Perjumpaan pertama adalah antara Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat upacara pemakaman Ani Yudhoyono, Minggu (2/6). Inspektur upacara saat itu ialah Presiden Joko Widodo. SBY dan Megawati, yang sama-sama merupakan ketua umum partai politik, selama ini dipersepsikan publik memiliki komunikasi yang kurang harmonis.

Pertemuan kedua pada saat Prabowo melayat ke kediaman SBY pada Senin (3/6). Partai Demokrat yang dipimpin SBY adalah salah satu pendukung pasangan calon presiden-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno, pada Pemilu 2019. Namun, belakangan hubungan Demokrat dan Gerindra sempat retak setelah muncul sinyal Demokrat bergabung dengan koalisi partai pendukung pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Pertemuan di antara para elite itu meneduhkan. Harus jujur diakui bahwa situasi sosial politik seusai pemilu tidak hanya memengaruhi hubungan antara elite, tetapi juga masyarakat di akar rumput. Kerusuhan 21 Mei dan 22 Mei di Jakarta setelah unjuk rasa memprotes hasil Pemilu 2019 adalah salah satu bukti kuatnya loyalitas pendukung kepada pemimpinnya.

Penting, sangat penting, jika para elite terus menerus mengirimkan pesan kepada pendukung masing-masing untuk membukakan pintu maaf, melakukan rekonsiliasi, dan kembali merajut kebersamaan. Pesan itu hanya bisa disampaikan jika di antara elite juga membuka ruang untuk saling berjumpa.

Meski belum sempat berjumpa, patut diapresiasi cawapres Ma’ruf Amin yang secara khusus menyampaikan ucapan selamat Hari raya Idul Fitri kepada lawan politiknya, Prabowo dan Sandiaga Uno. Ajakan Amin untuk berekonsiliasi dan bersatu membangun bangsa hendaknya tidak bertepuk sebelah tangan.

Kebersamaan itu sudah diawali dengan merayakan Idul Fitri pada waktu bersamaan. Itulah momentum terbaik untuk mempererat dan memperkuat ikatan persaudaraan. Ikatan persaudaraan itu semakin diteguhkan lagi dalam pesan khotbah Idul Fitri.

Guru Besar Tafsir Hadis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Said Agil Husin Al Munawar dalam khotbah Idul Fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta, mengatakan, dalam berinteraksi sosial, tanpa disadari, berbagai benturan kerap dijumpai, entah itu karena berbeda pendapat atau afiliasi politik. Namun, sikap menebar maaf harus menjadi muara dalam menyelesaikan segala permasalahan itu.

Meminta maaf sama mulianya dengan memberikan maaf. Jangan pernah merasa harga diri menjadi turun gara-gara meminta atau memberikan maaf.

Begitu juga kemuliaan seorang negarawan tecermin dari keinginan meminta maupun memenuhi permintaan lawan politik untuk berjumpa. Perjumpaan itu semata-mata untuk membuka sekat-sekat politik demi mengukuhkan persatuan bangsa, apalagi di akar rumput sudah memberi contoh bermaaf-maafan pada saat halalbihalal.

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More