Teleskop NASA Temukan Protocluster Tertua, Menantang Model Kosmik
OBSERVATORIUM Sinar-X Chandra NASA dan Teleskop Luar Angkasa James Webb berhasil menangkap gugusan galaksi yang diperkirakan terbentuk satu miliar tahun setelah big bang. Temuan ini membuat para astronom mempertimbangkan kembali kapan dan bagaimana struktur terbesar di alam semesta terbentuk.
Objek tersebut disebut sebagai JADES-ID1 dan diklasifikasikan sebagai protocluster yang nantinya akan berubah menjadi gugus galaksi. JADES-ID1 ditemukan pada jarak yang lebih jauh daripada dengan apa yang diperkirakan oleh astronom. JADES-ID1 menimbulkan misteri baru tentang bagaimana ia dapat terbentuk begitu cepat.
Penemuan Dua Teleskop Canggih
Protocluster ini pertama kali dilaporkan bersama sekitar dua lusin objek kandidat alam semesta awal lainnya dalam studi terpisah. Data dari Teleskop Webb menunjukkan JADES-ID1 mengandung 66 galaksi muda dan memiliki massa dua puluh triliun kali lebih besar daripada matahari.
Dalam penelitian yang dipimpin Qiong Li dan Christopher Conselice telah menemukan lima kandidat protkluster lainnya di bidang JADES, tetapi hanya JADES-ID1 yang mengandung gas panas di dalam galaksi-galaksinya. Protocluster tersebut tertanam dalam awan gas panas yang besar dan memancarkan sinar-X.
Uniknya lagi, JADES-ID1 diperkirakan muncul sangat awal dalam sejarah kosmik. Sebagian besar teori alam semesta menyatakan bahwa tidak ada cukup waktu untuk kepadatan galaksi yang cukup besar bagi protocluster semasif ini untuk terbentuk hanya dalam waktu satu miliar tahun setelah big bang.
“Sebelumnya para astronom menemukan galaksi dan black hole yang sangat besar tak lama setelah big bang dan sekarang kami menemukan bahwa gugusan galaksi juga dapat tumbuh dengan cepat,” ungkap Li.
Langkah selanjutnya untuk memecahkan misteri gugusan ini adalah dengan menemukan protocluster lainnya dengan usia yang serupa. Selain itu, pemahaman yang lebih jelas tentang JADES-ID1 memerlukan teleskop sinar-X generasi berikutnya.
Penemuan gugusan masif ini menyiratkan pembentukan struktur skala besar terjadi lebih cepat di beberapa wilayah alam semesta awal daripada yang diprediksi oleh model kosmologi standar. Memecahkan misteri gugusan ini akan menghasilkan terobosan penting dalam astrofisika dan kosmologi. (NASA/Scientific American/Z-2)