Ilmuwan Ungkap Warna Asli Planet Mars, Ternyata Bukan Cuma Merah
PLANET Mars telah lama dikenal sebagai “Planet Merah,” julukan yang berasal dari warna kemerahan yang tampak dominan ketika dilihat dari Bumi. Warna merah ini disebabkan oleh lapisan debu tipis yang kaya akan oksida besi di permukaan planet.
Namun berdasarkan data ilmiah terbaru dari pemeriksaan mineral dan pengamatan citra, tampilan warna Mars jauh lebih kompleks daripada sekadar merah.
Menurut laporan ilmiah dan data dari pengamatan satelit, permukaan Mars terdiri dari campuran berbagai material mineral yang memantulkan cahaya dengan spektrum warna berbeda.
Di banyak wilayah, tanah dan batu di Mars menunjukkan warna merah-oranye khas, namun ada juga zona dengan korona warna cokelat, kuning, tan, bahkan nuansa hijau tergantung komposisi mineralnya.
Ini berarti Mars memiliki variasi warna yang cukup luas di permukaannya, bukan hanya satu rona dominan. Mars memiliki permukaan yang kaya akan besi, yang bereaksi dengan oksigen dalam kondisi lingkungan kuno untuk membentuk oksida besi.
Mineral ini termasuk ferric oxide yang memberikan tampilan kemerahan pada debu yang menyelimuti permukaan luas planet tersebut. Meski demikian, mineral lainnya seperti basalt gelap, silikat, dan sulfates dapat menciptakan variasi warna lokal pada batuan dan tanah Mars ketika dilihat lebih dekat.
Selain itu, citra yang diambil oleh wahana NASA dan European Space Agency menunjukkan adanya variasi warna yang lebih rumit di kawasan tertentu.
Citra panoramik dari kawah Endurance, misalnya, memperlihatkan lapisan material yang berwarna cyan biru, hijau kehitaman, merah, dan kuning dalam gambaran palsu warna untuk menandai perbedaan mineralogis di seputar tepi kawah tersebut.
Perbedaan ini menandakan variasi komposisi batuan yang berbeda di lokasi itu. Penelitian terbaru juga mengubah pemahaman tentang asal usul warna Mars itu sendiri.
Sementara teori lama menyatakan bahwa hematite (oksida besi merah) adalah penyebab utama warna merah, studi lanjutan menemukan bahwa mineral seperti ferrihydrite, yang terbentuk dalam lingkungan air, mungkin memainkan peran penting dalam memberi planet ini rona khasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa warna Mars tidak hanya dipengaruhi oleh proses oksidasi kering tetapi juga memiliki kaitan dengan sejarah geologi yang melibatkan air di masa lalu.
Menurut para ilmuwan planet, warna yang tampak pada permukaan Mars bukan satu lapisan tunggal yang identik, melainkan hasil interaksi kompleks antara komposisi mineral dan kondisi atmosfer.
Oleh karena itu, Mars sebenarnya memancarkan variasi warna yang lebih kaya daripada sekadar merah saja, termasuk oranye, cokelat, kekuningan, dan bahkan nuansa gelap tergantung lokasi dan materi yang memantulkan cahaya.
Pengungkapan variasi warna Mars bukan hanya memperluas cara kita melihat planet ini, tetapi juga membantu ilmuwan memahami sejarah geologi, mineralogi, dan iklim Mars jauh lebih dalam.
Sumber: Wikipedian Mars, ESA Science & Technology, NASA, Down To Earth, Telescope Nerd