Sejarah Baru Komet Halley: Benarkah Seorang Biarawan Inggris Temukan Orbitnya Lebih Awal?


Penulis:  Thalatie K Yani - 01 February 2026, 08:16 WIB
Unsplash

KOMET Halley selama ini dikenal luas sebagai benda langit yang dinamai berdasarkan astronom Inggris, Edmond Halley. Ia adalah orang yang pertama kali mendeskripsikan pergerakan komet tersebut secara ilmiah pada 1705. Namun, penelitian terbaru menunjukkan Halley mungkin bukan orang pertama yang menyadari komet tersebut memiliki orbit periodik yang melintasi Bumi secara rutin.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam buku Dorestad and Everything After (2025) menyebutkan bahwa seorang biarawan asal Inggris, Eilmer dari Malmesbury atau Aethelmaer, diduga telah mengaitkan dua pengamatan komet tersebut. Temuan ini menunjukkan hubungan itu sudah disadari lebih dari enam abad sebelum Edmond Halley mengemukakannya.

Eilmer: Sang Penerbang Sekaligus Pengamat Langit

Eilmer lebih dikenal dalam sejarah sebagai orang pertama di Inggris yang mencoba terbang. Terobsesi dengan mitologi Yunani tentang Daedalus dan Icarus, Eilmer sempat membuat sayap buatan dan melompat dari sebuah menara pada awal abad ke-11. Meski berakhir dengan kedua kaki yang patah, semangat eksplorasinya tidak pernah padam.

Selain ketertarikannya pada penerbangan, Eilmer memiliki minat yang tajam pada astronomi. Menurut catatan sejarah dari abad ke-12 karya William dari Malmesbury, Eilmer kecil menyaksikan komet yang sangat terang di langit Inggris pada tahun 989. Berpuluh-puluh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1066, ia kembali melihat komet yang sama.

Simon Portegies Zwart, astronom dari Universitas Leiden, berpendapat Eilmer menyadari kedua fenomena tersebut berasal dari objek yang sama. Berdasarkan catatan William, saat melihat komet pada 1066, Eilmer berseru:

"Kamu datang juga, ya?... Sudah lama sekali sejak aku melihatmu; tetapi saat aku melihatmu sekarang, kamu jauh lebih mengerikan, karena aku melihatmu mengancam kejatuhan tanah airku."

Saat itu, Inggris memang sedang dilanda krisis suksesi setelah wafatnya Raja Edward sang Pengaku. Jika catatan William akurat, maka Eilmer telah menyadari keterkaitan antara dua "bintang bercahaya" yang ia saksikan dalam rentang waktu hidupnya tersebut.

Perjalanan Panjang Komet Halley

Komet Halley adalah komet pertama yang diakui astronom sebagai objek periodik atau berulang. Orbitnya yang sangat elips membuat komet ini melintasi Bumi setiap 72 hingga 80 tahun sekali. Catatan paling awal yang mungkin terkait dengan komet ini sebenarnya berasal dari kronik Tiongkok pada tahun 239 SM.

Fenomena ini sering kali diinterpretasikan sebagai pertanda buruk. Penampakan tahun 1066 bahkan diabadikan dalam Tapestri Bayeux, yang mencatat invasi William sang Penakluk ke Inggris.

Edmond Halley baru menyatukan data penampakan komet tahun 1531, 1607, dan 1682 untuk memprediksi kepulangannya pada 1758. Meski ia meninggal sebelum ramalannya terbukti, namanya abadi sebagai identitas komet tersebut.

Kini, melalui temuan Portegies Zwart dan Michael Lewis dari British Museum, peran Eilmer dalam sejarah astronomi mulai diakui kembali. Jika perhitungan astronomi modern dan catatan sejarah ini disatukan, Eilmer pantas mendapatkan apresiasi atas ketajamannya menyadari siklus kosmik berabad-abad lebih awal.

Komet Halley, atau mungkin "Komet Eilmer", dijadwalkan akan melintasi Bumi kembali pada akhir Juli 2061. (Live Science/Z-2)