GBLA Diperketat! 2.285 Personel Gabungan Kawal Laga Persib vs Persita


Penulis: Akmal Fauzi - 22 February 2026, 16:21 WIB
ANTARA FOTO/Abdan Syakura

PENGAMANAN ekstra diberlakukan jelang duel pekan ke-22 BRI Super League antara Persib Bandung menjamu Persita Tangerang. Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung mengerahkan sedikitnya 2.285 personel gabungan untuk memastikan laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (22/2) malam, berjalan kondusif.

Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, menegaskan bahwa seluruh unsur keamanan telah bersinergi untuk mengawal jalannya pertandingan Persib vs Persits yang dijadwalkan kick-off pukul 20.30 WIB tersebut.

"Total pengamanan untuk pertandingan Persib melawan Persita nanti berjumlah sekitar 2.285 personel. Itu gabungan dari Polrestabes Bandung, jajaran Polsek, BKO dari Polda, Brimob, Dinas Perhubungan, serta unsur TNI," ungkap Asep dikutip dari Antara, Minggu (22/2). 

Skema Penyekatan Tiga Lapis

Untuk mengantisipasi membeludaknya penonton tanpa tiket dan masuknya barang berbahaya, pihak kepolisian menerapkan sistem penyekatan ketat di Zona 3. Tiga titik filterisasi utama telah disiapkan, yakni di kawasan Babakan Sayang, Rancanumpang, dan Cimencerang.

Asep memberikan peringatan keras bagi oknum yang mencoba membawa barang terlarang seperti senjata tajam, flare, hingga minuman keras.

"Nanti kami akan melaksanakan pengecekan dan kami akan amankan jika memang ada masyarakat atau para penggemar Persib yang membawa barang-barang berbahaya," tegasnya.

Larangan untuk Suporter Tamu

Sesuai dengan regulasi PSSI, pendukung tim tamu (Persita Tangerang) dilarang hadir di stadion. Pihak kepolisian memastikan hanya pemegang tiket resmi yang diperbolehkan mendekat ke area tribun GBLA.

"Kalau ada suporter yang tidak memiliki tiket, akan kami putar balik. Kami pastikan yang masuk ke GBLA adalah mereka yang memiliki tiket resmi," tambah Asep.

Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh Bobotoh yang hadir untuk menjaga ketertiban dan sportivitas sepanjang laga agar tidak memicu kericuhan yang merugikan tim kesayangan maupun keselamatan publik.

(Ant/P-4)