Skandal Rasisme di Liga Champions: Vinicius Junior Pimpin Real Madrid Walk Out di Markas Benfica


Penulis:  Thalatie K Yani - 18 February 2026, 05:41 WIB
Real Madrid

PERTANDINGAN babak play-off Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica di Estadio da Luz sempat terhenti selama 10 menit. Aksi ini dipicu oleh laporan dugaan pelecehan rasis yang menimpa penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, yang kemudian memimpin rekan-rekan setimnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.

Insiden ini bermula di babak kedua setelah Vinicius Junior membawa tim tamu unggul 1-0 pada menit ke-50 melalui gol pembuka yang memukau. Namun, situasi memanas saat pemain asal Brasil itu merayakan golnya dengan tarian di dekat bendera pojok. Sejumlah benda terlihat dilemparkan dari arah tribun penonton ke arah sang pemain.

Akibat perayaan yang dinilai berlebihan, Vinicius sempat dijatuhi kartu kuning oleh wasit. Ketegangan kemudian berlanjut di lapangan melalui interaksi antara Vinicius dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni.

Kronologi Penghentian Laga

Setelah terlibat percakapan dengan Prestianni di garis tengah lapangan, Vinicius segera menghampiri wasit Francois Letexier sambil memberikan isyarat ke arah pemain lawan. Wasit Letexier kemudian melakukan gestur menyilangkan lengan, sebuah tanda resmi untuk mengidentifikasi adanya laporan pelecehan rasis.

Merespons kejadian tersebut, Vinicius memutuskan berjalan keluar lapangan, sebuah langkah yang segera diikuti oleh seluruh pemain Real Madrid lainnya. Saat momen dramatis tersebut terjadi, staf dari kedua tim sempat terlibat ketegangan, sementara Vinicius terlihat berbicara dengan manajer Benfica, Jose Mourinho.

Laga tersebut akhirnya dilanjutkan kembali 10 menit kemudian setelah wasit dan pihak penyelenggara melakukan koordinasi di lapangan.

Hingga saat ini, insiden tersebut menjadi sorotan tajam di kompetisi kasta tertinggi Eropa, mengingat komitmen UEFA dalam memerangi diskriminasi di sepak bola. Meski laga berakhir dilanjutkan, dugaan pelecehan ini diprediksi akan memicu investigasi lebih lanjut oleh otoritas terkait. (BBC/Z-2)