Simpang Siur Keikutsertaan Timnas di Asian Games 2026, PSSI Tunggu Surat Resmi
PSSI memberikan klarifikasi terkait rumor yang menyebutkan Timnas Indonesia batal berpartisipasi di ajang Asian Games 2026 di Jepang. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menegaskan bahwa, hingga saat ini, pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi mengenai pembatalan tersebut.
Ketidakpastian ini bermula dari pemberitaan media Vietnam yang menyebutkan adanya perubahan regulasi oleh AFC dan Komite Olimpiade Asia (OCA).
Dalam aturan baru tersebut, peserta cabang olahraga sepak bola putra Asian Games 2026 dikabarkan hanya diambil dari 16 negara yang lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2026.
Mengingat Indonesia gagal melaju ke putaran final ajang tersebut, status kepesertaan Garuda Muda pun dipertanyakan.
Koordinasi dengan KOI
Menanggapi isu yang beredar, Sumardji menyatakan bahwa PSSI telah bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Departemen Internasional PSSI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Hal ini krusial karena wewenang utama keikutsertaan atlet dalam ajang multievent seperti Asian Games berada di bawah kendali KOI.
“Sampai dengan saat ini, kami belum mendapatkan surat resmi bahwa kita tidak ikut dalam Asian Games di Jepang,” ujar Sumardji kepada media di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Rabu (11/2).
Sumardji menambahkan bahwa dalam perencanaan awal, Timnas Indonesia tetap diproyeksikan untuk tampil. Bahkan, langkah administratif telah dilakukan sejak jauh hari.
“Entry name itu sudah kami kirim dari dua bulan yang lalu. Dari awal memang kami ikut Asian Games. Maka, ketika muncul informasi ini, kami harus memastikan kebenarannya,” tegasnya.
Menanti Kepastian untuk Persiapan Tim
Keresahan PSSI bukan tanpa alasan. Informasi mengenai potensi absennya Indonesia justru lebih dahulu ramai di media massa daripada jalur birokrasi resmi.
Sumardji pun menyayangkan kesimpangsiuran ini dan berjanji akan segera memberikan pembaruan informasi jika sudah ada ketetapan hitam di atas putih.
Senada dengan Sumardji, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengakui telah menjalin komunikasi langsung dengan Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari.
PSSI mendesak agar kepastian ini segera menemui titik terang karena akan sangat memengaruhi program persiapan teknis tim di lapangan.
"Saya sampaikan kepada Ketua umum KOI besok supaya kita sudah punya kabar karena itu juga menyangkut persiapan kita. Kalau tidak diputuskan ya tentu kita tidak bisa untuk memproses lebih lanjut karena itu keputusan dari mereka," ungkap Yunus Nusi.
Hingga berita ini diturunkan, PSSI masih dalam posisi menunggu verifikasi dari pihak berwenang guna menentukan langkah strategis Timnas Indonesia selanjutnya di kancah Asia. (Ant/Z-1)