Apa Saja Efek Domino Jika Ronaldo Meninggalkan Liga Arab Saudi?
KEPERGIAN Cristiano Ronaldo bukan sekadar kehilangan seorang penyerang tajam di lini depan Al Nassr. Secara strategis, Ronaldo adalah "batu penjuru" dari seluruh proyek transformasi olahraga Arab Saudi.
Jika ia mengaktifkan klausul kontraknya pada Juni 2026 akibat kekecewaan terhadap distribusi anggaran PIF, dampaknya akan merambat ke berbagai sektor.
1. Penurunan Nilai Hak Siar dan Daya Tarik Komersial
Sejak kedatangan Ronaldo, Liga Arab Saudi telah disiarkan di lebih dari 140 wilayah secara global.
- Daya Jual: Mayoritas kontrak penyiaran internasional tersebut sangat bergantung pada figur Ronaldo sebagai wajah liga. Kepergiannya tanpa adanya pengganti dengan profil setara (seperti Messi atau Mbappe) dapat menurunkan nilai tawar SPL saat renegosiasi kontrak hak siar di musim mendatang.
- Sponsorship: Banyak jenama global berinvestasi di SPL bukan hanya karena performa tim, melainkan karena engagement media sosial Ronaldo yang mencapai ratusan juta pengikut.
2. Tantangan Terhadap Vision 2030
Kehadiran Ronaldo adalah bagian dari strategi Vision 2030 untuk mengubah citra Arab Saudi melalui olahraga dan pariwisata.
- Pariwisata: Ronaldo Effect telah mendongkrak kunjungan wisatawan ke Riyadh. Tanpa magnet utama ini, momentum pertumbuhan industri pariwisata olahraga bisa melambat.
- Kredibilitas Liga: Jika pemain sekaliber Ronaldo mengeluhkan ketidakadilan distribusi anggaran (PIF), hal ini bisa menciptakan persepsi negatif bagi bintang dunia lainnya yang berencana merumput di sana. Mereka mungkin akan melihat liga tersebut tidak stabil secara manajemen.
3. Devaluasi Brand Al Nassr
Al Nassr mengalami pertumbuhan nilai merek yang eksponensial dalam dua tahun terakhir.
- Penjualan Merchandise: Penjualan jersei nomor 7 menyumbang pemasukan signifikan. Kepergian yang tiba-tiba akan meninggalkan lubang besar dalam neraca pendapatan komersial klub.
- Kehilangan Posisi Tawar: Tanpa Ronaldo, Al Nassr mungkin kesulitan menarik pemain bintang baru, terutama jika isu pilih kasih anggaran terhadap Al Hilal tetap menjadi narasi utama di media.
4. Pergeseran Kekuatan Regional
Jika Ronaldo benar-benar kembali ke Sporting CP atau pindah ke liga lain, perhatian media diprediksi akan segera beralih dari Liga Arab Saudi.
Hal ini menempatkan tekanan besar bagi Saudi Public Investment Fund (PIF) untuk segera melakukan panic buying pemain bintang lain guna menjaga relevansi liga, yang justru berisiko merusak struktur finansial klub-klub lokal.
Kepergian Ronaldo pada 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kemandirian Liga Arab Saudi. Pertanyaannya, apakah SPL sudah cukup kuat untuk berdiri sebagai kompetisi elite tanpa bergantung pada satu sosok megabintang, ataukah liga ini masih sekadar panggung pertunjukan yang akan redup saat lampu sorot utamanya pergi? (Z-1)