OGC Nice vs Montpellier: OGC Nice Singkirkan Montpellier di Coupe de France
OGC Nice menunjukkan mental baja saat memastikan tiket ke perempat final Coupe de France setelah menumbangkan Montpellier dengan skor tipis 3-2. Sempat tertinggal dua gol hingga memasuki 20 menit terakhir, anak asuh Claude Puel melakukan aksi comeback spektakuler yang diakhiri dengan gol indah Sofiane Diop di masa injury time.
Kemenangan ini seolah mengulang determinasi luar biasa Les Aiglons (Si Elang) saat menahan imbang Brest di liga tiga hari sebelumnya. Meski sempat berada di ujung tanduk, keteguhan hati Charles Vanhoutte dan kawan-kawan membuahkan hasil manis di hadapan publik Allianz Riviera.
Awal Pahit di Allianz Riviera
Pertandingan dimulai dengan mimpi buruk bagi tuan rumah. Baru tiga menit berjalan, Kojo Peprah Oppong melakukan gol bunuh diri yang membuat Montpellier unggul 1-0. Nice, yang turun dengan banyak pemain muda seperti debutan Gabin Bernardeau, tampak kesulitan membangun ritme permainan.
Ketertinggalan Nice justru bertambah di babak kedua. Mantan pemain mereka sendiri, Alexandre Mendy, memperlebar jarak menjadi 2-0 pada menit ke-69 melalui sontekan jarak dekat. Skor ini sempat membuat pendukung tuan rumah mengira perjalanan mereka di Piala Prancis akan berakhir.
Drama Menit-Menit Terakhir
Mentalitas pantang menyerah Nice mulai terlihat di sisa waktu pertandingan. Momentum kebangkitan dimulai oleh Kaïl Boudache yang mencetak gol profesional pertamanya pada menit ke-72 setelah menyambar umpan silang Elye Wahi.
Tekanan Nice semakin tak terbendung di menit-menit akhir. Pada menit ke-89, Antoine Mendy sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui sepakan keras kaki kanan memanfaatkan kemelut dari sepak pojok. Gol ini juga menjadi torehan profesional perdana bagi sang pemain.
Puncaknya terjadi pada menit ke-90+7. Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak adu penalti, Sofiane Diop muncul sebagai pahlawan. Menerima umpan Jonathan Clauss, pemain internasional Maroko tersebut melepaskan tendangan melengkung ke pojok gawang yang tak mampu dijangkau kiper lawan.
"Eagles ini benar-benar memiliki hati yang sangat besar!" tulis laporan pertandingan tersebut menggambarkan semangat juang tim.
Kemenangan 3-2 ini tidak hanya membawa Nice ke babak berikutnya, tetapi juga menegaskan identitas tim di bawah asuhan Claude Puel yang semakin "membenci kekalahan". Kini, Nice menatap babak perempat final dengan kepercayaan diri tinggi setelah melewati salah satu laga paling emosional musim ini. (Nice/Z-2)