Jelang All England Open Badminton Championships, Tim Indonesia Aklimatisasi di National Badminton Centre


Penulis: Khoerun Nadif Rahmat - 26 February 2026, 19:47 WIB
dok.PBSI

TIM bulu tangkis Indonesia memilih National Badminton Centre di Milton Keynes, Inggris, untuk proses aklimatisasi sebelum terjun ke turnamen tertua dunia, All England 2026.

Keputusan menetap di pusat pelatihan nasional milik Inggris ini diambil guna memastikan kondisi fisik dan mental para atlet tetap terjaga, mengingat fasilitas yang tersedia sangat komprehensif dan menyerupai atmosfer di Pelatnas Cipayung.

Lokasi ini dinilai strategis karena jaraknya yang relatif dekat dengan Birmingham, tempat berlangsungnya kompetisi pada 3-8 Maret mendatang di Utilita Arena.

Manajer tim Indonesia, Shendy Puspa Irawati, mengungkapkan bahwa pemilihan Milton Keynes didasari oleh efisiensi mobilitas dan kelengkapan sarana pendukung.

"Kami memilih tempat ini karena pertama jarak dari Birmingham tidak terlalu jauh dan fasilitasnya cukup lengkap," kata Shendy dalam keterangannya.

Di kawasan tersebut, para pemain mendapatkan akses penginapan, ruang kebugaran, restoran, hingga sepuluh lapangan latihan dalam satu area yang terintegrasi.

"Area ini ada penginapan setara hotel bintang tiga yang bagus, nyaman untuk anak-anak beristirahat. Ada ruang fitness, tempat latihan dengan kapasitas 10 lapangan juga restoran. Semua berada dalam jarak tidak sampai 100 meter sehingga sama saja seperti di pelatnas Cipayung," lanjut Shendy.

Selama tiga hari ke depan, skuad Merah Putih tidak hanya berlatih mandiri namun juga dijadwalkan melakoni sesi latihan bersama dengan tim nasional Inggris dan Amerika Serikat.

Kolaborasi itu mencakup porsi latihan gim, drilling, hingga pemantapan pola permainan sesuai kebutuhan spesifik masing-masing sektor.

"Karena berbagi lapangan dengan tim Inggris dan tim Amerika Serikat yang juga sedang latihan di sini maka sore nanti (waktu Inggris) dan besok pagi, kami akan menggelar latihan bersama dengan mereka," ucap Shendy.

Ia menambahkan bahwa program tersebut bukan sekadar simulasi, "Bukan hanya sesi game tapi akan ada sesi drilling, pola dan sebagainya sesuai kebutuhan," katanya.

Pada sesi latihan perdana yang telah digelar, fokus utama tim adalah pengembalian kondisi fisik setelah menempuh perjalanan jauh.

Alwi Farhan dan kolega mulai menyentuh lapangan dengan porsi latihan ringan, peregangan, hingga simulasi permainan pendek. Atlet ganda campuran, Amri Syahnawi, menyebut latihan awal ini bertujuan untuk memulihkan stamina.

"Hari pertama tadi latihannya balikin kondisi dulu, enak-enakin, stretching-stretching juga. Baru dilanjutkan dengan beberapa porsi latihan di lapangan," sahut Amri.

Bagi pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, All England 2026 membawa kesan tersendiri karena menjadi debut mereka di turnamen level Super 1000 tersebut.

Nita menjelaskan bahwa persiapan teknis dari Jakarta sudah mencapai tahap final, sehingga fokus di Milton Keynes tinggal menyisakan detail-detail kecil serta penguatan aspek nonteknis.

"Persiapan kami sudah bagus, semuanya sudah dipersiapkan. Sekarang di sini seperti tinggal yang kecil-kecilnya saja. Tinggal menjaga pikiran, hati dan moodnya. Dan terus meyakini diri," ungkap Nita.

Senada dengan pasangannya, Amri menegaskan ambisinya untuk memberikan performa maksimal dengan mematangkan strategi taktis di sisa waktu yang ada.

"Senang bisa tampil di All England pertama kali. Pastinya kami pengen kasih yang terbaik. Sekarang tinggal mematangkan taktik dan strategi untuk pertandingannya," pungkas Amri. (Ndf/P-3)