Target 5 Emas Terpenuhi, Indonesia Bidik Juara Umum Para Bulu Tangkis ASEAN


Penulis:  Widjajadi - 24 January 2026, 23:51 WIB
Dok NPC Indonesia


KONTINGEN Indonesia berambisi juara umum untuk cabang olahraga (cabor) para bulu tangkis di ASEAN Para Games 2025 Tailan, seusai mengamankan lima medali emas pada Sabtu (24/1/2026).

Dua medali emas dan dua perak di antaranya berhasil didapatkan melalui pertempuran bertajuk All Indonesian Final yang berlangsung di SPADT Convention Center 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, pada hari keempat, Sabtu (24/1/2026).

Emas pertama diraih pasangan Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila yang menumbangkan Fredy Setiawan/Khalimatus Sadiyah pada nomor ganda campuran SL3-SU5 dalam dua set langsung, 21-7 dan 21-4.

Sementara pada laga final nomor ganda putri SL4, Leani Ratri Oktila membungkam perlawanan Khalimatus Sadiyah dalam dua set, 21-15 dan 21-19. Setelah itu, mereka berpasangan meraih emas dari nomor ganda putri SL3-SU5 usai menduduki puncak klasemen dalam sistem pertandingan round robin.

Emas keempat diraih Qonitah Ikhtiar Syakuroh dari nomor tunggal putri SL3 yang menumbangkan wakil Malaysia, Lawani Siti Maisarah binti Mat, dengan dua set langsung, 21-10 dan 21-6. 

Adapun satu emas lain dipersembahkan Warining Rahayu dari nomor tunggal putri SU5 yang menjadi pemuncak klasemen.

Dengan pencapaian ini, target lima medali emas yang ditetapkan untuk tim para bulu tangkis Indonesia di ASEAN Para Games 2025 sudah resmi tercapai.

Pelatih para bulu tangkis Indonesia, Jarot Hernowo, pun mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang luar biasa di Nakhon Ratchashima.

"Alhamdulillah, kami sudah berhasil memenuhi target di ASEAN Para Games 2025. Artinya, untuk hari ini dan besok, babak semifinal dan final dari nomor-nomor yang kami ikuti masuk semua," kata Jarot Hernowo.

Bagi Jarot, terciptanya laga All Indonesian Final di ajang ini memang sudah tak lagi mengejutkan. Sebab, para atlet Indonesia kerap saling jumpa di berbagai ajang, baik itu single-event maupun multi-event. Sejauh ini, masih ada dua laga All Indonesian Final lagi yang akan mewarnai ASEAN Para Games 2025.

Duel yang pertama ialah pertemuan antara Hikmat Ramdani dan Fredy Setiawan pada nomor tunggal putra SL4. Selain itu, dari final nomor tunggal putra WH2, Wiwin Andri bakal berhadapan dengan Supriadi. Artinya, sudah ada dua emas dan dua perak yang digaransi Indonesia untuk laga Minggu (25/1/2026).

"Kalau sesuai yang kami harapkan, insya Allah kami bisa melampaui target. Untuk menjadi juara umum, peluang kami cukup terbuka. Kalau kita melihat nomor-nomor yang masih tersedia, saat ini peluangnya sudah 70 persen," kata Jarot. 

Tim para bulu tangkis Indonesia mengirimkan 22 atlet untuk memburu prestasi terbaik di ASEAN Para Games ke-13 ini. Komposisi itu terdiri dari 15 atlet putra dan tujuh putri. Indonesia mengikuti 15 dari 17 nomor yang dipertandingkan pada ajang ini.

Sementara itu, Qonitah Ikhtiar Syakuroh merasa bersyukur bisa melampaui prestasi satu emas dan satu perak pada ASEAN Para Games 2023 di Kamboja. Ketika itu, dia berhasil mendapatkan satu emas dari nomor tunggal putri SL3, dan perunggu dari nomor ganda putri SL3-SU5.

"Di laga final tadi, saya bersyukur bisa mengeluarkan performa terbaik. Alhamdulillah saya bisa memenangkan laga ini. Apalagi, ini kali pertama bagi saya menghadapi wakil Malaysia," kata perempuan kelahiran Kulonprogo itu.

"Di level Asia Tenggara, sampai sekarang belum ada kejutan dari lawan-lawan. Namun, Malaysia menjadi negara yang perlu diwaspadai. Karena usia mereka yang masih muda, ke depan pasti akan ada peningkatan-peningkatan," katanya.

Setelah berhasil memenuhi target pribadinya dengan meraih satu emas dan satu perak, Qonitah akan mulai mengalihkan fokusnya menuju Asian Para Games 2026. Sebelumnya, ia mengukir medali perak pada edisi 2022 di Hangzhou. Untuk edisi yang terdekat, ia membidik pencapaian yang lebih tinggi.

"Setelah ini, saya akan fokus untuk meningkatkan performa menuju Asian Para Games 2026 di Nagoya. Semoga saya bisa memberikan hasil yang terbaik. Saya berharap bisa bermain dengan epik dan mempersembahkan medali emas," kata peraih perak di Paralimpiade 2024 Paris itu.

Indonesia Raih 101 Emas

Total hingga Sabtu pukul 19.58, kontingan Indonesia terus menempel Tailan di peringkat dua. Total Tim Merah Putih meraih 296 medali dengan rincian 101 medali emas, 103 perak, dan 92 perunggu.

Tailan yang bertengger di puncak klasemen meraup 398 medali yang terdiri 142 emas, 130 perak, dan 126 perunggu.

Tailan dan Indonesia meninggalkan jauh 8 negara peserta APG ke-13 di Tailan. Urutannya, Malaysia (49 emas, 44 perak, dan 63 perunggu), disusul Filipina (31, 23, 40), lalu Vietnam (25, 38, 37), Myanmar (15, 14, 15), Singapura (12, 8, 8), Laos (2, 3, 8), Brunei (1, 3, 1), dan Timor Leste (1, 0, 1). (I-2)