552 Rumah di Donggala Terendam Banjir


Penulis: Andhika Prasetyo - 04 April 2026, 09:04 WIB
Antara

BPBD Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 552 unit rumah warga terdampak banjir di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/4) sore. Banjir terjadi di dua kecamatan, yakni Sirenja dan Balaesang. Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, menjelaskan sebanyak 522 rumah terendam di sejumlah desa di Kecamatan Sirenja, termasuk Desa Balentuma, Tompe, Lompio, Tanjung Padang, Dampal, Tondo, dan Lende Tovea.

Selain rumah warga, banjir juga merendam fasilitas umum seperti SDN 3 Lende Tovea dan kantor desa setempat. Sementara itu, 30 rumah lainnya terdampak di Desa Labean, Kecamatan Balaesang.

Menurut BPBD, banjir dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga sore hari, sehingga menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga.

“Untuk penanganan darurat di Sirenja dibutuhkan alat berat untuk normalisasi sungai, sementara di Balaesang diperlukan pembangunan bronjong dan sistem drainase,” ujar Asbudianto.

Tidak Ada Korban Jiwa

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, jumlah warga terdampak dan pengungsi masih dalam proses pendataan. Tim BPBD bersama Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Kabupaten Donggala terus berkoordinasi guna mempercepat penanganan dampak banjir.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera berkoordinasi dengan BPBD dalam pengerahan alat berat ke lokasi terdampak. Ia menilai langkah normalisasi sungai penting dilakukan untuk mencegah banjir serupa terjadi kembali di masa mendatang.

“Air memang sudah mulai surut, namun normalisasi sungai tetap diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Pemerintah daerah bersama BPBD kini fokus pada penanganan darurat sekaligus upaya mitigasi jangka panjang guna mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut. (Ant/E-3)