Rayakan Idul Fitri 1447 H, Ribuan Warga Jatim Padati Tradisi Riyayan di Grahadi


Penulis:  Media Indonesia - 22 March 2026, 06:04 WIB
MI/HO

SUASANA hangat penuh kekeluargaan menyelimuti Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada hari pertama Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3). Ribuan masyarakat dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti tradisi riyayan bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan usia telah mengantre demi bisa bersilaturahmi dan bersalaman langsung dengan pemimpin mereka. 

Gubernur Khofifah hadir didampingi putranya, Jalaluddin Mannagalli, sementara Wagub Emil Dardak hadir bersama Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin.

Makna Silaturahmi dan Lembaran Baru

Bagi Khofifah, tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan rakyat.

"Alhamdulillah, kita telah sampai ke Idul Fitri. Hari kemenangan, hari kembali ke fitrah. Dan karena ini seperti lembaran baru, saya ingin maaf-maafan langsung dengan masyarakat agar ke depannya bisa lebih legowo sebelum kembali menjalankan tugas. Sekaligus ini ajang mendekatkan warga dengan pemimpinnya," kata Gubernur Khofifah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu. 

Menurutnya, kerukunan di tingkat lokal dapat menjadi peredam dampak dari krisis yang terjadi di dunia internasional.

"Tentu kita berharap bahwa peperangan bisa dihentikan, karena dampaknya bukan hanya di BBM tapi juga efek domino lainnya. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah hal-hal kecil kekeluargaan untuk meredam dampaknya,” jelasnya.

Pemberdayaan PKL dan Berbagi Berkah

Tidak hanya menyajikan kehangatan silaturahmi, halaman Grahadi juga disulap menjadi pesta rakyat. Pemprov Jatim melibatkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk menyajikan hidangan gratis seperti soto ayam, bakso, hingga nasi goreng bagi warga yang hadir.

Gubernur Khofifah menegaskan pelibatan PKL adalah bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain hidangan di tempat, setiap warga juga pulang membawa paket sembako berisi 2 kg beras, biskuit, dan mie instan sebagai bentuk kepedulian sosial.

"Yang datang ke sini adalah masyarakat dari berbagai ragam latar belakang. Dan ini usaha kami memberseiringi lebaran mereka. Harapannya mereka bisa tetap menikmati setelah membawa bekal dari sini," kata Khofifah.

Antusiasme dan Harapan Warga

Animo tinggi terlihat dari raut wajah para pengunjung. Siti Aminah, warga Surabaya yang rutin hadir setiap tahun, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini. Hal serupa dirasakan Ahmad Fajar, seorang pengemudi ojek online yang baru pertama kali membawa keluarganya ke Grahadi.

"Senang sekali, Alhamdulillah bertemu Bu Gubernur. Saya dapat sembako untuk kebutuhan rumah tangga. Anak-anak saya juga diberi THR. Mudah-mudahan Bu Gubernur sehat selalu," ungkap Fajar.

Menutup kegiatan tersebut, Khofifah berharap semangat gotong royong dan kebersamaan ini dapat terus terjaga di Jawa Timur.

“Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya. (RO/Z-1)