Longsor Paguyangan Brebes Putus Akses Jalan, Pemkab Siapkan Relokasi


Penulis:  Supardji Rasban - 08 March 2026, 21:46 WIB
MI/Supardji Rasban

HUJAN yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, membuat ruas jalan kabupaten Cilibu-Langkap, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes terputus  Minggu (8/3) dini hari. Longsor menggerus seluruh badan jalan sepanjang 50 meter. 

Kondisi makin mengkhawatirkan ketika longsor susulan kembali terjadi pada pukul 08.30 WIB di hari yang sama. Kali ini, material tanah menghantam talud penahan tebing dan merusak bangunan kamar mandi SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan. 

Petugas di lapangan mencatat masih terdapat retakan di sejumlah titik sekitar lokasi, yang mengindikasikan potensi longsor susulan belum sepenuhnya mereda. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini, dan tidak ada warga yang mengungsi.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyampaikan pihaknya bergerak cepat begitu informasi bencana diterima. Koordinasi lintas instansi langsung digelar untuk mengakselerasi penanganan di lapangan.

“Keselamatan masyarakat serta kelancaran akses transportasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah,” ujar Paramitha dalam keterangan resminya, Minggu (8/3/2026).

Paramitha menuturkan koordinasi telah dilakukan hingga ke tingkat provinsi. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi disebut akan menurunkan tim khusus untuk mendukung proses penanganan dan rencana relokasi jalur jalan.

"Perhatian pemerintah tidak berhenti pada pemulihan infrastruktur jalan semata. Keamanan fasilitas pendidikan yang berada di dekat tebing longsor juga menjadi perhatian serius," tutur Paramitha.

Menurut Paramitha pihaknya tidak bisa mengabaikan ancaman terhadap sekolah yang berada di atas tebing. "Setiap langkah yang kami lakukan harus memastikan keamanan seluruh masyarakat, terutama anak-anak yang belajar di sana,” jelasnya.

RELOKASI JALUR
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Brebes, Dani Asmoro, menjelaskan bahwa tim teknis telah menyelesaikan asesmen lapangan dan menyusun rekomendasi penanganan.

"Kami merencanakan relokasi jalan ke sebelah timur dari posisi eksisting, memanfaatkan tanah bengkok desa dan sebagian kecil lahan milik warga yang akan diproses sesuai peraturan yang berlaku," ujar Dani.

Dani menyebut relokasi jalan dinilai sebagai solusi paling realistis untuk mengembalikan akses warga sekaligus meminimalkan risiko bencana di masa mendatang, mengingat lokasi asli jalan masih menyimpan potensi bahaya yang signifikan.

WARGA DIMINTA WASPADA
Sementara proses asesmen lanjutan dan perencanaan relokasi berjalan, petugas telah ditempatkan di sekitar lokasi untuk mengatur arus dan memastikan keselamatan warga yang melintas.

Pemerintah Kabupaten Brebes mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan mematuhi arahan petugas di lapangan.(E-2)