17,7 Juta Pemudik Diprediksi Masuk ke Jawa Tengah, Pemprov Waspadai 69 Titik Rawan Macet
KEMACETAN dan ancaman bencana hidrometeorologi membayangi arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Tengah. Sedikitnya 46 titik rawan macet dan 23 titik rawan bencana telah terpetakan di jalur nasional, seiring dengan proyeksi 17,7 juta orang yang akan masuk ke provinsi ini selama periode mudik dan arus balik.
Data tersebut dirilis oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta (BBPJN Jateng-DIY) sebagai panduan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju kampung halaman. Secara nasional, Jawa Tengah tetap menjadi destinasi utama dengan total estimasi pergerakan mencapai 38,71 juta orang.
Titik Rawan Kemacetan di Jalur Nasional Jateng
Kepala BBPJN Jateng-DIY, Moch Iqbal Tamher, menjelaskan bahwa titik rawan kemacetan tersebar merata di jalur pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan. Lokasi-lokasi ini didominasi oleh kawasan pasar tumpah, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk gerbang tol.
“Seluruh titik sudah kami petakan. Personel dan peralatan kami siapkan agar potensi hambatan arus mudik bisa diminimalkan,” ujar Iqbal dalam keterangan resminya di Kabupaten Semarang, Jumat (27/2).
Jalur Pantura diprediksi akan tetap menjadi koridor paling krusial. Selain menampung kendaraan pribadi, jalur ini merupakan urat nadi logistik nasional. Kepadatan diprediksi akan mencapai puncaknya pada H-3 hingga H+3 Lebaran 2026.
Waspada 23 Titik Rawan Banjir dan Longsor
Selain kendala lalu lintas, pemudik diminta mewaspadai gangguan alam. BBPJN mengidentifikasi 14 titik rawan banjir dan 9 titik rawan longsor yang berpotensi memutus akses jalan jika cuaca ekstrem terjadi.
Daftar Wilayah Rawan Banjir:
- Jalan Kaligawe Semarang dan Sayung (Perbatasan Semarang–Demak).
- Jalan Walisongo dan sejumlah ruas di Kendal (Jalur Pantura).
- Brebes (Pemuda), Prupuk–Batas Tegal/Banyumas.
- Sidareja–Simpang 3 Jeruklegi, Sampang–Buntu.
- Klampok–Banjarnegara, Lingkar Selatan Klaten, hingga Palur–Sragen.
Daftar Wilayah Rawan Longsor:
Titik rawan longsor terkonsentrasi di jalur selatan dan wilayah perbukitan dengan karakteristik tanah labil, di antaranya:
- Batas Jawa Barat–Karangpucung–Wangon.
- Ajibarang, Wangon, dan Patikraja–Rawalo.
- Batas Kota Banjarnegara hingga Wonosobo.
Kesiapan Jalur Provinsi dan Imbauan Gubernur
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur jalan provinsi saat ini mencapai tingkat kemantapan 94 persen dari total hampir 2.200 kilometer jalan. Fokus utama tahun 2026 adalah perawatan rutin agar jalur tetap optimal saat menerima beban jutaan kendaraan.
“Kita adalah simpul utama perlintasan nasional. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci memastikan kelancaran arus mudik sekaligus keselamatan pemudik dari potensi bencana,” kata Ahmad Luthfi.
Pemerintah mengimbau pemudik untuk terus memantau prakiraan cuaca dari BMKG dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum memasuki wilayah Jawa Tengah yang memiliki kontur jalan variatif. (HT/E-4)