Siap Dilintasi Pemudik Lebaran, Kemantapan Jalur di Jawa Tengah Capai 94 Persen
PEMBANGUNAN jalan untuk persiapan mudik Lebaran di Jawa Tengah terus dikebut. Meskipun di tengah menurunnya jumlah anggaran hingga Rp300 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun kemantapan jalan di provinsi ini mencapai 94% dan siap dilintasi pemudik.
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (26/2) perbaikan ruas jalan baik di jalan nasional, provinsi maupun kabupaten dan kota di Jawa Tengah masih berlangsung. Ditargetkan seluruh perbaikan selesai pada H-10 atau sebelum pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026 mendatang sebagai upaya menciptakan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pemudik.
Jawa Tengah diperkirakan menjadi tempat tujuan terbesar pemudik yang diprediksi mencapai 17,7 juta orang. Untuk itu, kesuksesan penyelenggaraan arus mudik menjadi perhatian utama sehingga persiapan matang dari mulai manajemen hingga pelaksanaannya terutama kesiapan jalur mudik baik itu ruas tol, Pantura, jalur tengah maupun jalur pantai selatan terus digeber.
"Kondisi kemantapan jalan provinsi Jawa Tengah sepanjang 2.440 kilometer sudah mencapai 94%, sehingga telah siap dilintasi pemudik," kata Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro, Kamis (26/2).
Perbaikan ruas jalan rusak akibat cuaca ekstrem, lanjutnya, terus dikebut dan ditargetkan telah selesai pada H-10 Lebaran. Secara perhitungan, rata-rata setiap balai menangani sekitar 300 kilometer ruas jalan dan penyisiran untuk perbaikan terus dilakukan berjalan setiap 3-4 hari
40 Persen Pemudik Menuju Jawa Tengah
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko mengatakan berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan jumlah pemudik di Jawa Tengah mencapai angka 38,71 juta pemudik, namun diperkirakan ada 17,7 juta orang akan melintas di provinsi ini.
"Jumlah pemudik masuk Jawa Tengah jumlahnya cukup besar, secara nasional, lebih dari 40% pemudik menjadikan Jawa Tengah sebagai tujuan utama,” ujar Arief Djatmiko.
Untuk memaksimalkan layanan pemudik, menurut Arief, selain dipersiapkan posko Lebaran yang akan beroperasi lebih lama yakni mulai H-8 hingga H+7 di berbagai titik rawan macet dan rawan kecelakaan, pihaknya juga mempersiapkan perangkat CCTV untuk memonitor kelancaran dan keamanan pemudik.
Posko akan memantau titik-titik rawan melalui CCTV di pusat keramaian, seperti Pasar Gombong, serta jalur utama Simpang Ketanggungan, Simpang Lingkar Bumiayu, Simpang Wangon, Simpang Buntu, Simpang Bawen, Exit Tol Prambanan, kawasan wisata Bandungan, Simpang Dieng hingga Bayeman–Purbalingga.
Terkait kondisi jalur mudik, ungkap Arief, Dinas Perhubungan Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR guna memastikan kemantapan jalan provinsi dan perbaikan terus dilakukan, menyusul penurunan kualitas aspal akibat hujan.
"Inspeksi kendaraan atau ramp check akan kita dilakukan ketat dan kendaraan yang tidak memenuhi syarat laik jalan tidak diizinkan beroperasi," imbuhnya.
Jalur Strategis Diresmikan
Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi telah meresmikan dua paket preservasi jalan provinsi yang menjadi jalur strategis penghubung ekonomi dan pariwisata di wilayah Temanggung, Kendal, hingga Banjarnegara guna memastikan kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Kedua ruas jalan yang telah selesai diperbaiki tersebut, yakni jalur Parakan (Temanggung)-Patean (Kendal) dan jalur Wonosobo-Dieng (Banjarnegara). "Fokus perbaikan ini tidak hanya untuk kenyamanan berkendara, tetapi juga sebagai langkah memperkuat konektivitas antarwilayah," ungkap Ahmad Luthfi.
Proyek yang dikerjakan pada periode Juli hingga Desember 2025, demikian Ahmad Luthfi, mencakup peningkatan kualitas jalan melalui pelapisan ulang (overlay) serta pengerasan bahu jalan menelan anggaran ruas Parakan-Patean sepanjang 4 kilometer senilai Rp15,29 miliar dan ruas Wonosobo-Dieng sepanjang 3,925 kilometer dengan anggaran sebesar Rp9,75 miliar.
"Ini merupakan bagian bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kondisi 2.440,12 kilometer jalan provinsi di Jawa Tengah agar tetap dalam status mantap," tambahnya. (AS/E-4)