Rayakan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Perkuat Peran Pendidikan Bisnis Berkelanjutan
SEKOLAH Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) merayakan hari jadinya yang ke-22 dengan menyelenggarakan rangkaian acara komprehensif mulai dari peluncuran Thought Leadership, pameran dampak kemasyarakatan (societal impact), hingga penganugerahan Avirama Nawasena 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat posisi SBM ITB sebagai institusi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui inovasi dan kolaborasi multidisiplin.
“SBM ITB tidak boleh hanya berbicara tentang menghasilkan lulusan. Kami harus memberi kontribusi di level nasional maupun internasional melalui riset dan inovasi yang semakin berdampak dalam lima tahun ke depan,” ungkap Dekan SBM ITB, Aurik Gustomo, Kamis (12/1).
Acara diawali dengan peluncuran Thought Leadership bertajuk "Entrepreneurial Business". Visi ini menekankan pentingnya riset yang terkontekstualisasi dengan masalah di Indonesia agar SBM ITB memiliki keunggulan kompetitif di kancah global. Agenda kemudian dilanjutkan dengan Knowledge Management Forum yang menghadirkan akademisi dan praktisi untuk mendiskusikan transformasi pendidikan bisnis yang selaras dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).
Semangat keberlanjutan ini juga ditampilkan secara nyata melalui Pameran Societal Impact yang melibatkan berbagai UMKM dan startup binaan SBM ITB. Puncak peringatan Dies Natalis ditandai dengan penganugerahan Avirama Nawasena kepada sejumlah korporasi dan pelaku usaha kecil yang konsisten mengimplementasikan praktik keberlanjutan, seperti PT Astra International, Bank Mandiri hingga usaha kecil inovatif seperti Parongpong RAW Lab.
SBM ITB juga memberikan penghargaan Lifetime Achievement kepada Dr. (H.C.) Ignasius Jonan atas warisan manajerial transformatifnya di PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) serta penghargaan anumerta kepada Prof. Akhmad Zainal Abidin atas dedikasinya pada pengelolaan sampah berkelanjutan (Masaro).
“Inisiatif seperti Anugerah Avirama Nawasena perlu menjadi tradisi di ITB sebagai bentuk pengakuan atas tokoh-tokoh yang telah menunjukkan komitmen, keberanian, dan konsistensi dalam menciptakan dampak nyata bagi masyarakat,” Wakil Rektor ITB, Andryanto Rikrik Kusmara.
Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-22 ini ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pemenang dan komitmen kolektif untuk terus mendorong kepemimpinan yang berintegritas demi masa depan bangsa yang lebih adil dan berkelanjutan.(E-2)