Pesawat Smart Air Ditembak OTK di Bandara Koroway Papua, Pilot dan Co-Pilot Tewas


Penulis: Rahmatul Fajri - 11 February 2026, 15:43 WIB
Dok. Humas Polda Papua

PESAWAT perintis Smart Air PK-SNR ditembaki oleh orang tak dikenal (OTK) saat mendarat di Bandara Koroway Batu (Danowage), Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026) siang.

Insiden tragis yang terjadi sekitar pukul 11.17 WIT ini mengakibatkan dua awak pesawat gugur. Korban teridentifikasi sebagai Kapten Egon Erawan (Pilot) dan Baskoro (Co-pilot). Keduanya meninggal dunia akibat luka tembak setelah sempat berusaha menyelamatkan diri.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, mengutuk keras serangan terhadap pesawat yang tengah menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

“Kami sangat berduka atas gugurnya dua awak pesawat. Tindakan penembakan terhadap penerbangan sipil adalah kejahatan serius. Satgas Damai Cartenz bergerak cepat untuk mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta memburu pelaku,” kata Faizal dalam keterangan resminya, Rabu (11/2/2026).

Ia mengatakan pasukan Satgas Operasi Damai Cartenz telah diberangkatkan ke lokasi kejadian guna melakukan pengamanan area. Faizal menambahkan bahwa tambahan pasukan yang dipimpin langsung oleh dirinya akan menyusul pada Kamis pagi untuk memperkuat penyelidikan dan pengejaran pelaku.

Sementara itu, Waka Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga, memastikan pihaknya akan memperketat pengamanan jalur penerbangan di pedalaman.

“Pesawat perintis adalah urat nadi kehidupan masyarakat Papua. Kami tidak akan membiarkan aksi teror ini mengganggu akses logistik dan kesehatan warga. Langkah penindakan sedang berjalan,” ujar Adarma.

Ia mengatakan saat ini, fokus utama aparat adalah mengevakuasi jenazah kedua awak pesawat serta memastikan keamanan 13 penumpang yang selamat sebelum akses penerbangan di wilayah tersebut dinyatakan kembali steril.

Kronologi Kejadian

Pesawat awalnya lepas landas dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT dengan mengangkut 13 penumpang sipil. Saat roda pesawat menyentuh landasan pacu Bandara Koroway sekitar pukul 11.05 WIT, rentetan tembakan tiba-tiba muncul dari arah hutan di sisi landasan.

Dalam kondisi darurat, pilot sempat mengirimkan pesan pendek melalui perangkat GPS Garmin yang melaporkan bahwa mereka sedang ditembaki dan berusaha lari ke arah hutan. Beruntung, 13 penumpang sipil dilaporkan selamat setelah ikut melarikan diri untuk berlindung saat serangan terjadi. (Faj/I-1)