Jaga Stabilitas Harga Jelang Imlek dan Ramadhan, Pemkot Surabaya Gencarkan Pasar Murah


Penulis:  Faishol Taselan - 04 February 2026, 15:24 WIB
ANTARA

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat upaya pengendalian harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Imlek dan awal Ramadan 2026, dengan mengintensifkan pasar murah. “Kami meningkatkan intensitas pelaksanaan Pasar Murah agar masyarakat tetap dapat mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau,” kata Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Mia Santi Dewi di Surabaya, Rabu (4/2).

Menurutnya, pada bulan Ramadan mendatang, kegiatan Pasar Murah akan digelar lebih masif dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Program tersebut meliputi penyelenggaraan Pasar Murah serentak di 31 kecamatan, serta pelaksanaan Pasar Murah di dua lokasi setiap hari. 
Kebijakan ini diharapkan tidak mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan daya beli masyarakat.

“Di bulan Ramadhan, intensitas Pasar Murah kami tingkatkan. Selain serentak di seluruh kecamatan, setiap hari juga ada dua titik Pasar Murah agar masyarakat semakin mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Mia., Senin (2/2/2026).

Berdasarkan umum hasil pemantauan terbaru melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok di Jawa Timur, harga sejumlah komoditas utama di pasar-pasar Surabaya per 4 Februari 2026 secara umum masih relatif stabil. Untuk komoditas beras, harga beras premium tercatat di angka Rp15.416 per kilogram dan tidak mengalami perubahan, sementara beras medium mengalami penyesuaian tipis menjadi Rp12.750 per kilogram atau sekitar 0,66 persen.

Harga gula kristal putih terpantau stabil di kisaran Rp16.833 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng curah masih berada di harga Rp19.916 per kilogram.

Minyak goreng kemasan premium mengalami pergerakan harga ringan menjadi Rp18.500 per liter atau sekitar 1,83 persen, sedangkan Minyakita justru tercatat turun tipis menjadi Rp15.966 per liter.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi paha mengalami kenaikan terbatas menjadi Rp116.666 per kilogram atau sekitar 1,45 persen. Sebaliknya, harga daging ayam ras turun menjadi tipis Rp36.500 per kilogram, sedangkan ayam kampung tercatat Rp64.166 per ekor. Harga telur ayam ras juga relatif stabil di kisaran Rp28.000 per kilogram.

Mia menjelaskan, sejumlah komoditas yang kini menjadi perhatian utama adalah cabai. Harga cabai rawit merah tercatat Rp61.166 per kilogram atau mengalami penyesuaian kecil sekitar 0,55 persen.(H-2)