Cuaca Ekstrem, Puluhan Ikan Dewa di Kuningan Mati


Penulis: Nurul Hidayah     - 01 February 2026, 19:45 WIB
MI/NURUL HIDAYAH

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, puluhan ikan dewa di Balong Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mati mendadak. “Kami juga terkejut, ikan-ikan tiba-tiba sudah mengambang di permukaan balong,” tutur Rohman Sutadi, seorang petugas kolam di Balong, Sabtu (31/1). Dijelaskan Rohman, puluhan ikan yang mati dan mengambang tersebut dimulai pada Kamis (29/1) pagi dengan jumlah mencapai 14 ekor. 

Di hari berikutnya, Jumat (30/1) ikan-ikan dewa yang ada di balong kembali mati sekitar 20 ekor. Kematian ikan dilanjutkan Sabtu (31/1) hingga jumlah ikan dewa yang mati totalnya mencapai 50 ekor. Ada pun ciri-ciri fisik ikan dewa yang mati yaitu ada luka berwarna merah di tubuh mereka. Sisik ikan itu pun mudah terlepas dan insangnya terlihat pucat. Diduga  ada parasite yang menempel di semua bagian tubuh ikan. 

Seluruh ikan dewa yang mati langsung dipisahkan dan kini telah dikuburkan. Menurut Rohman, matinya puluhan ikan dewa di balong Cigugur tersebut merupakan  kematian yang paling banyak selama 15 tahun terakhir. 

Saat ditanyakan penyebabkan kematian puluhan ikan dewa di balong tersebut menurut Rohman diduga karena cuaca ekstrem. Kematian itu pun bisa saja berlanjut mengingat saat ini cuaca ekstrem masih terjadi. “Tapi kita berharap tidak ada lagi ikan yang mati,” harap Rohman sembari menyebutkan bahwa populasi ikan dewa di balong Cigugur mencapai sekitar seribu ikan. 

Sementara itu, Kabid Perikanan, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Deni Rianto, menjelaskan bahwa mereka telah melakukan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kejadian matinya ikan-ikan di balong tersebut. “Dari hasil identifikasi yang kami lakukan, kematian ikan disebabkan adanya parasit jenis cacing yang hidup di tubuh ikan,” tutur Deni. Adanya parasit ini yang menyebabkan  kerusakan insang dan badan ikan. 

Tidak hanya keberadaan parasit jenis cacing, debit air yang masuk ke kolam pun kurang, sirkulasi air yang kurang dan asupan pakan yang juga kurang menyebabkan ikan kurus dan mudah terserang penyakit. “Ini yang membuat daya tahan mereka turun. Terlebih saat ini tengah terjadi cuaca ekstrem. Kondisi ini menyebabkan kadar air cenderung mengalami perubahan,” jelas Deni. 

Adanya kematian ikan dewa yang cukup banyak diakui Deni membuat mereka pun khawatir. Terlebih ikan dewa ini merupakan ikan ikonik untuk Kabupaten Kuningan. Deni pun berharap ke depannya ada perbaikan untuk menjaga agar ikan-ikan dewa tersebut tidak mati. Dimulai dari menambah air, memperbaiki sirkulasi air hingga memberikan pakan yang cukup. “Mudah-mudahan hanya di sini saja. Ke depannya kita bersama-sama memperbaiki kondisi ini,” tutur Deni. 

Keberadaan ikan dewa bisa ditemukan di lima titik di Kabupaten Kuningan. Keberadaan ikan dewa bisa ditemukan di Balong Cigugur, objek wisata Cibulan, Darmaloka di Kecamatan Darma, Linggarjati di Kecamatan Cilimus dan di Kecamatan Pasawahan. (H-2)