Banjir Kiriman Jakarta Hari Ini: Air Tiba di Manggarai, 5 Kelurahan Bantaran Ciliwung Terendam
VOLUME air kiriman dari kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, akhirnya tiba di Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, pada Jumat (30/1/2026) pagi. Kedatangan air bah ini menyebabkan debit Kali Ciliwung meluap dan merendam permukiman warga di sejumlah kelurahan yang berada di bantaran sungai, memperparah genangan yang sebelumnya dipicu oleh hujan lokal.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, kenaikan Tinggi Muka Air (TMA) di Pintu Air Manggarai terjadi cukup signifikan sejak pukul 10.00 WIB. Hal ini merupakan dampak dari status Siaga 3 (Waspada) yang sempat terjadi di Bendung Katulampa dan Pos Pantau Depok pada Kamis malam hingga Jumat dini hari tadi. Perjalanan air (travel time) dari hulu ke hilir memakan waktu sekitar 9 hingga 12 jam.
Wilayah Terdampak Meluas
Berdasarkan data lapangan hingga pukul 13.00 WIB, banjir kiriman telah merendam setidaknya lima kelurahan prioritas di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Wilayah tersebut meliputi:
- Rawajati (Jakarta Selatan): Air merendam RW 01 dan RW 07 dengan ketinggian 40-80 cm.
- Pejaten Timur (Jakarta Selatan): Genangan di bantaran rendah mencapai 1 meter.
- Pengadegan (Jakarta Selatan): Air mulai masuk ke permukiman warga di area cekungan.
- Kampung Melayu (Jakarta Timur): Kawasan Kebon Pala terendam hingga 1,5 meter.
- Bidara Cina (Jakarta Timur): Akses jalan lingkungan terputus total.
"Air datang cukup cepat tadi pagi. Kami sudah mendapat peringatan dari Disaster Warning System (DWS) bahwa air Depok sudah Siaga 2, jadi warga sudah siap-siap angkat barang," ujar salah satu warga Rawajati saat ditemui di lokasi.
Langkah Mitigasi BPBD
Kepala Satuan Pelaksana BPBD DKI Jakarta menegaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan perahu karet dan posko pengungsian di titik-titik rawan. "Fokus utama saat ini adalah evakuasi kelompok rentan (lansia dan balita) di Rawajati dan Kampung Melayu. Pompa mobile juga disiagakan di ring 1 Istana dan jalan protokol untuk mengantisipasi jika Ciliwung meluap hingga ke jalan raya," ungkapnya.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta terus melakukan pengerukan sampah yang terbawa arus di Pintu Air Manggarai agar aliran air menuju kanal banjir tidak tersumbat. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di pinggir sungai mengingat arus bawah permukaan yang sangat deras.