Lanjutkan Penataan JIS, Pramono Dorong Aktivitas Berskala Internasional


Penulis: Mohamad Farhan Zhuhri - 25 January 2026, 19:16 WIB
MI/M Farhan Zhuhri

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung berencana memanfaatkan Jakarta International Stadium (JIS) tidak hanya sebagai sarana olahraga, tetapi juga menjadi pusat berbagai aktivitas berskala besar, termasuk konser musik internasional. Menurut dia, optimalisasi JIS penting untuk menghidupkan kawasan sekaligus memperkuat daya tarik Jakarta sebagai kota global.

“Saya sudah meminta kepada Dirut Ancol maupun Dirut JIS (Jakpro) untuk aktivitas di tempat ini diperbanyak. Selain untuk sarana olahraga, tentunya juga kalau kemudian ada konser-konser besar,” ujar Pramono usai meresmikan pembangunan JPO Ancol-JIS di Jakarta Utara, Minggu (25/1).

Ia bahkan secara terbuka menyebut sejumlah nama musisi kelas dunia yang diharapkan dapat tampil di JIS. "Apakah itu Bon Jovi, Coldplay dan saya tadi minta secara khusus kepada Dirut JIS untuk bisa mengejar BTS tanggal 26–27 Desember yang akan main di Jakarta,” katanya.

Bukan tanpa sebab, Pramono menilai JIS memiliki keunggulan signifikan dibandingkan masa lalu saat pertama kali beroperasi pada era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kini akses dan dukungan infrastruktur, sudah mulai memadai. Ia mengklaim persoalan transportasi dan parkir yang selama ini menjadi tantangan utama kini telah jauh membaik.

“Kalau bisa main di JIS itu akan sangat baik sekali. Dari segi transportasi pasti sudah tidak seperti dulu, tempat parkirnya luas, bisa di Ancol,” ujarnya.

Kemudahan akses menjadi nilai tambah utama JIS. Keberadaan KRL dan layanan Trans-Jakarta yang menjangkau kawasan tersebut dinilai akan memudahkan mobilitas penonton dalam jumlah besar.

“Orang dengan gampang akan datang ke JIS karena KRL-nya ada, TransJakarta-nya ada,” kata dia.

Dukungan konektivitas dan kelengkapan kawasan, Pramono optimistis JIS dan sekitarnya akan berkembang menjadi pusat aktivitas baru Jakarta Utara yang menjanjikan di masa depan. “Sehingga betul-betul area ini bisa menjadi area yang promising di kemudian hari,” pungkas Pramono.

Tingkatkan Konektivitas

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon LP Napitupulu mengatakan keterlibatan BTN dalam proyek JPO Ancol–JIS merupakan tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta untuk mengintegrasikan dua kawasan strategis tersebut.

"BTN bersama Jakpro berencana menghubungkan Ancol dan JIS. Ini berawal dari ide Pak Gubernur. Kami menjadi bridging untuk mempertemukan Ancol dan JIS,” ujarnya.

JPO Ancol–JIS dirancang dengan panjang 166 meter dan lebar 6 meter, serta mengedepankan aspek estetika dan kenyamanan pejalan kaki. Nixon menilai jembatan tersebut akan menjadi ikon baru yang memperkuat identitas kawasan sekaligus mendukung pengembangan JIS sebagai pusat aktivitas.

Menurutnya, kehadiran JIS yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi mulai dari KRL hingga Trans-Jakarta menjadi modal kuat bagi Jakarta Utara untuk tumbuh sebagai kawasan masa depan.

Dengan dukungan lanskap alam dan infrastruktur yang lengkap, konektivitas Ancol–JIS diyakini akan memperluas fungsi JIS dari sekadar stadion menjadi magnet aktivitas dan ekonomi baru. “Kalau aktivitas JIS semakin ramai, ini akan mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi kawasan,” kata Nixon. (Far/P-3)