Kematian Ikan di Waduk Jatiluhur Meluas


Penulis: Reza Sunarya - 26 January 2026, 16:58 WIB
MI/Reza Sunarya

KEMATIAN ikan di waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kini semakin meluas. Tidak hanya di kolam terapung milik petani saja, ikan-ikan yang berada di luar jaring apung juga ikut mati. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta mengimbau agar petani tidak menyebar bibit ikan kembali dan segera melakukan panen dini untuk mengurangi kerugian lebih besar.

Kematian ikan yang didominasi jenis mas dan nila itu menjadi fenomena tahunan di Waduk Jatiluhur. Kini jumlah kematian ikan semakin meluas. Jika sebelumnya hanya terjadi di blok Pasir Gombong, kini sudah menyebar di tanggul kayak dan sekitaran dermaga Pelabuhan Servis.

Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Purwakarta, Anton Kushartono, menjelaskan bahwa kematian ikan di Waduk Jatiluhur masih berlangsung dan masih bertambah jumlahnya seiring semakin meluasnya titik wilayah kematian ikan di areal kolam jaring apung Waduk Jatiluhur yang mencakup Kecamatan, Jatiluhur, Sukasari, dan Sukatani.

"Untuk jumlah kematian ikan sampai saat ini belum bisa dipastikan secara total karena zona kematian ikan di Waduk Jatiluhur semakin meluas, kami terus melakukan monitoring bersama UPTD Perairan Umum," kata Anton Kusharton, Senin (26/1).

Anton meminta agar para petani tidak melakukan penyebaran kembali bibit di keramba jaring aping dan segera melakukan panen dini meski usia ikan belum masa panen. Hal itu untuk mengurangi jumlah kerugian lebih besar lagi.

"Kondisi cuaca ektrem yang menimbulkan up welling atau umbalan di perairan Waduk Jatiluhur, juga diperparah oleh adanya hamparan eceng gondok di beberapa titik, khususnya di kawasan Ubrug, sehingga keberadaan eceng gondok ini menurunkan kadar oksigen bagi ikan-ikan yang ada di waduk Jatiluhur," kata Anton.

Data dari Disnakan Kabupaten Purwakarta melalui Bidang Perikanan dan Budidaya mencatat jumlah total kolam jaring apung atau KJA di Waduk Jatiluhur mencapai sekitar 43 ribu petak yang penanggung jawab pengelolaannya berada di PJT II Jatiluhur. (RZ/E-4)