Iran Hujani Israel dengan Rudal Balistik, Kerusakan Meluas di Sejumlah Kota
IRAN meluncurkan sejumlah salvo rudal balistik ke Israel pada Sabtu (4/4). Serangan itu menyebabkan kerusakan luas pada permukiman dan melukai sedikitnya enam orang.
Di saat yang sama, Angkatan Udara Israel melakukan rangkaian serangan udara yang menargetkan infrastruktur penting Iran di Teheran dan sekitarnya.
Serangan ini berlangsung ketika militer Amerika Serikat masih melakukan pencarian intensif terhadap seorang pilot yang hilang setelah pesawat tempurnya ditembak jatuh oleh Iran.
Di sisi lain, otoritas Iran menyerukan kepada masyarakat untuk menyerahkan pilot tersebut dengan imbalan hadiah.
Sejak dini hari, rudal-rudal Iran dilaporkan menghantam lebih dari selusin lokasi di Israel tengah. Salah satu serangan terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat, ketika rudal balistik dengan hulu ledak konvensional menghantam kawasan industri Neot Hovav di selatan Beersheba, memicu kebakaran.
"Setelah tiba di lokasi kejadian, petugas pemadam kebakaran mendeteksi kebakaran dan sedang berupaya memadamkan api dan melakukan pencarian. Hingga saat ini, tidak ada korban luka yang diketahui dan tidak ada keterlibatan bahan berbahaya yang teridentifikasi," kata Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dalam sebuah pernyataan dilansir Times of Israel, Minggu (5/4).
Sekitar satu jam kemudian, Iran kembali meluncurkan rudal balistik dengan hulu ledak bom tandan ke wilayah Israel tengah. Serangan ini menyebabkan sebagian bangunan runtuh di Ramat Gan serta merusak jaringan listrik di Rosh Ha’ayin, yang memicu pemadaman di sejumlah wilayah.
Seorang pria berusia 45 tahun mengalami luka ringan akibat pecahan kaca di Bnei Brak dan dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, dua subamunisi kluster juga dilaporkan menghantam area dekat markas besar militer Israel di Tel Aviv, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Setelah jeda sekitar 10 jam, gelombang serangan kedua kembali diluncurkan ke wilayah yang sama dengan menggunakan amunisi serupa. Serangan ini menyebabkan kerusakan berat pada bangunan tempat tinggal di Bnei Brak dan Ramat Gan, serta merusak jalan dan kendaraan di Tel Aviv dan Petah Tikva.
Empat orang dilaporkan mengalami luka ringan. Layanan medis menyebut seorang pria berusia 24 tahun mengalami gangguan pernapasan akibat asap, dua lainnya terluka karena pecahan kaca, dan satu orang mengalami cedera akibat ledakan.
Serangan lanjutan pada sore hari kembali menimbulkan korban, termasuk seorang pria berusia 52 tahun yang terluka akibat pecahan bom kluster. Kerusakan juga dilaporkan di sejumlah wilayah pinggiran Tel Aviv, seperti Givatayim dan Ramat Gan.
Israel mengecam penggunaan bom tandan oleh Iran yang dinilai menyasar wilayah sipil dan menyebutnya sebagai kejahatan perang. Dalam serangan lain ke wilayah utara Israel, satu rudal dilaporkan jatuh di area terbuka sementara lainnya berhasil dicegat, tanpa menimbulkan korban.
Ketegangan juga meluas ke kawasan lain. Serangan drone terhadap kilang minyak milik perusahaan Kuwait memicu kebakaran, sementara serangan terpisah merusak fasilitas listrik dan desalinasi. Di Bahrain, empat orang terluka akibat serpihan drone yang berhasil dicegat.
Di Uni Emirat Arab, dua bangunan di Dubai dilaporkan terkena puing-puing, termasuk salah satu gedung yang digunakan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat.
Sementara itu, militer Israel menyatakan telah melakukan serangkaian serangan udara ke Teheran, meski tidak merinci targetnya.
Seorang jurnalis AFP melaporkan terlihat asap tebal menyelimuti langit ibu kota Iran setelah terdengar sejumlah ledakan.
Media Iran melaporkan bahwa serangan juga menyasar fasilitas industri di selatan negara tersebut, termasuk kompleks petrokimia di Mahshahr dan pabrik semen.
Wakil gubernur Khuzestan menyebut tiga perusahaan terdampak, dengan tingkat kerusakan yang masih dalam penilaian.
Selain itu, area sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr juga menjadi sasaran, menewaskan seorang penjaga keamanan dan merusak fasilitas pendukung. Ini menjadi kali keempat lokasi tersebut diserang sejak konflik berlangsung. Meski demikian, Badan Energi Atom Internasional menyatakan tidak ada peningkatan tingkat radiasi.
Konflik yang terus meningkat ini juga ditandai dengan perubahan strategi militer Israel.
Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa pemerintah Israel telah menginstruksikan militer untuk mulai menargetkan aset ekonomi Iran guna menekan kemampuan finansial negara tersebut.
Sebelumnya, militer Israel juga mengklaim telah menyerang sistem pertahanan udara dan fasilitas penyimpanan rudal di Teheran, termasuk milik Korps Garda Revolusi Islam. Serangan tersebut juga menyasar fasilitas penelitian, pengembangan, serta produksi senjata milik Iran.
Eskalasi konflik antara kedua negara kini semakin meluas dan berdampak ke berbagai wilayah, meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan keamanan global. (Z-2)