Spanyol Tarik Permanen Duta Besarnya dari Israel, Hubungan Diplomatik Capai Titik Terendah
PEMERINTAH Spanyol secara resmi mengumumkan penarikan duta besarnya dari Israel secara permanen pada Selasa (10/3). Langkah ini menandai eskalasi diplomatik paling serius antara kedua negara sejak agresi militer di Jalur Gaza dimulai pada 2023 dan serangan terbaru koalisi Amerika Serikat-Israel ke Iran.
Keputusan tersebut tertuang dalam lembaran resmi negara (Official Gazette) yang mengakhiri masa jabatan Ana María Sálomon Pérez sebagai Duta Besar Spanyol untuk Negara Israel. Pengumuman ini muncul setelah Dewan Menteri melakukan pertemuan pada 10 Maret 2026 atas usulan Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares.
Protes Atas Serangan ke Iran dan Gaza
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menyatakan bahwa penarikan ini merupakan respons atas tindakan militer Israel yang dinilai melanggar hukum kemanusiaan internasional. Sánchez secara terbuka menyebut serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran baru-baru ini sebagai tindakan yang "tidak dapat dibenarkan".
"Posisi pemerintah Spanyol dapat ditegaskan dalam beberapa kata: tidak ada perang," tegas Sánchez melalui pernyataan resminya. Spanyol juga menjadi satu-satunya negara besar di Uni Eropa yang secara eksplisit melarang penggunaan pangkalan militernya oleh pasukan AS untuk operasi militer terhadap Iran.
Status Diplomatik Turun Kelas
Dengan ditariknya duta besar secara permanen, Kedutaan Besar Spanyol di Tel Aviv kini hanya akan dipimpin oleh seorang Kuasa Usaha (Chargé d'Affaires). Langkah ini secara simbolis menurunkan level hubungan diplomatik kedua negara ke tingkat terendah tanpa memutus hubungan sepenuhnya.
Langkah Madrid ini menyusul kebijakan sebelumnya pada Oktober 2025, parlemen Spanyol telah mengesahkan undang-undang embargo senjata total terhadap Israel. Israel sendiri sebelumnya telah menarik duta besarnya dari Madrid pada Mei 2024 sebagai bentuk protes atas keputusan Spanyol yang mengakui kedaulatan negara Palestina.
Poin Kunci Eskalasi Spanyol-Israel:
- Mei 2024: Spanyol resmi mengakui negara Palestina; Israel tarik dubes dari Madrid.
- September 2025: Spanyol larang kapal pengangkut senjata ke Israel bersandar di pelabuhannya.
- Oktober 2025: Parlemen Spanyol sahkan embargo senjata total ke Israel.
- Maret 2026: Spanyol tarik permanen dubes dari Tel Aviv menyusul serangan ke Iran.
Hingga berita ini diturunkan, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, mengecam langkah tersebut dan menuduh pemerintah Sánchez "berpihak pada tiran" di Teheran. Ketegangan ini diperkirakan akan semakin mengisolasi posisi Israel di panggung politik Eropa, di mana Spanyol terus memimpin faksi negara-negara yang menuntut sanksi lebih keras terhadap Tel Aviv. (E-4)