Dubes Iran di PBB Tuding AS dan Israel Sengaja Sasar Sipil, 1.300 Tewas
DUTA Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, melontarkan tuduhan keras terhadap Amerika Serikat dan Israel. Ia menyebut kedua negara tersebut sengaja menargetkan warga sipil dalam rangkaian serangan udara yang telah menewaskan lebih dari 1.300 orang sejak konflik dimulai.
Dalam konferensi pers di Markas PBB yang berfokus pada jatuhnya korban perang, Iravani mengungkapkan "kawasan pemukiman yang padat penduduk" serta "infrastruktur sipil yang kritis" telah menjadi sasaran dalam apa yang ia gambarkan sebagai "kejahatan mengerikan."
Ribuan Bangunan Sipil Hancur
Berdasarkan data yang disampaikan Iravani, skala kerusakan infrastruktur sipil di Iran mencapai angka yang mengkhawatirkan. Ia mencatat sebanyak 9.669 situs sipil telah hancur, termasuk hampir 8.000 rumah tinggal. Selain itu, pusat perbelanjaan, fasilitas medis dan farmasi, hingga sekolah serta institusi pendidikan tidak luput dari kehancuran.
Iravani menegaskan angka-angka ini terus bertambah "setiap hari" seiring dengan berlanjutnya serangan di berbagai kota di Iran.
Ancaman Hujan Asam dan Polusi Berbahaya
Selain korban jiwa langsung, serangan ini dilaporkan berdampak buruk pada lingkungan dan kesehatan publik. Iravani melaporkan adanya serangan besar terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran dan kota-kota lain pada malam tanggal 5 dan 7 Maret. Serangan tersebut menyebabkan pelepasan polutan beracun dan berbahaya dalam jumlah besar ke atmosfer.
Kondisi semakin memburuk ketika hujan turun pada pagi hari tanggal 8 Maret. Menurut Iravani, hujan tersebut menyebarkan polutan melalui "presipitasi yang sangat asam." Fenomena ini meningkatkan risiko gangguan pernapasan serta kontaminasi lingkungan yang luas.
"Pusat-pusat medis di Teheran telah ditempatkan pada status siaga tinggi dan penduduk telah disarankan untuk tetap berada di dalam rumah," tambah Iravani terkait langkah darurat yang diambil pemerintah setempat.
Kritik Terhadap Dewan Keamanan PBB
Lebih lanjut, Iravani menuduh serangan-serangan tersebut telah melanggar kewajiban lingkungan internasional, termasuk kesepakatan di bawah Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim dan Konvensi Keanekaragaman Hayati.
Ia juga melayangkan kritik tajam kepada Dewan Keamanan PBB yang dianggap tidak berbuat banyak atas situasi yang terjadi di negaranya. Iravani menuduh lembaga tersebut "menutup mata" terhadap penderitaan dan kerusakan yang terus berlangsung di Iran. (CNN/Z-2)