Strategi B-52 di Operasi Epic Fury: Rudal JASSM-ER & Peran Inggris
SETELAH gelombang pertama serangan malam hari oleh pembom siluman B-2 Spirit yang menghantam infrastruktur bawah tanah Iran dengan bom 2.000 pon, fokus kini beralih pada raksasa udara lainnya: B-52 Stratofortress.
Meski hingga hari ketiga Operasi Epic Fury belum ada konfirmasi resmi mengenai keterlibatan B-52 dalam misi serangan, para analis pertahanan, termasuk mantan perwira Infanteri Angkatan Darat AS, Dr. Brent M. Eastwood, menilai pengerahan Benteng Terbang ini hanya tinggal menunggu waktu.
Keunggulan Stand-off: Menghantam tanpa Terdeteksi Radar
Kelemahan utama B-52 adalah absennya teknologi siluman (stealth). Namun, Pentagon memiliki kartu as untuk mengatasi risiko tersebut melalui penggunaan rudal jelajah jarak jauh.
- AGM-158 JASSM-ER: Rudal ini memiliki radius tempur hingga 571 mil (918 km). Ini memungkinkan B-52 melepaskan muatannya jauh di luar jangkauan sistem pertahanan udara Iran (S-300 atau Bavar-373).
- Kapasitas Masif: Satu unit B-52 mampu membawa hingga 20 rudal JASSM. Secara teknis, pengerahan empat unit B-52 dapat meluncurkan 80 rudal presisi secara simultan untuk melumpuhkan pusat komando Teheran.
- Varian LRASM: Selain target darat, B-52 juga disiapkan untuk menghadapi armada laut Iran menggunakan Long-Range Anti-Ship Missile (LRASM).
Dukungan Inggris dan Pangkalan Strategis
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, telah memberikan lampu hijau bagi militer Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan udara Inggris dalam operasi ini. Dukungan ini memperpendek jalur logistik bagi pembom berat yang biasanya berbasis di Barksdale (Louisiana) dan Minot (North Dakota).
"Kami mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini guna mencegah Iran menembakkan rudal ke seluruh kawasan yang membahayakan nyawa warga sipil dan personel Inggris," ujar Starmer dalam pernyataan resminya pada 1 Maret 2026.
Dominasi Udara dan Peran Israel
Israel juga mengeklaim mencapai superioritas udara sejak 1 Maret setelah menghancurkan situs peluncuran rudal dan pusat kendali Iran. Keberhasilan ini membuka jalan bagi B-52 untuk masuk ke ruang udara Iran dalam beberapa hari ke depan.
| Jenis Senjata | Jangkauan | Keunggulan |
|---|---|---|
| JASSM-ER | 571 Mil | Serangan Stand-off (Aman dari Radar) |
| JDAM | Terbatas | Murah & Presisi Tinggi |
| ALCM (Konvensional) | Jauh | Daya Ledak Luar Biasa |
Kesimpulan: Menanti Kinetic Missile Fight
Pengerahan B-52 dalam Operasi Epic Fury diprediksi akan menjadi fase penutup untuk menghancurkan kapasitas produksi rudal balistik Iran secara permanen. Dengan kemampuan membawa beban nuklir (meski tidak akan digunakan), eksistensi B-52 di langit Timur Tengah adalah simbol kekuatan pemukul yang tidak tertandingi.
Dunia kini menunggu kapan Benteng Terbang ini akan muncul dalam paket serangan untuk benar-benar mengakhiri ancaman rudal dari Teheran. (National Security Journal/I-2)