Sirine Tanda Serangan Bergemuruh Di Kuwait


Penulis: Cahya Mulyana - 03 March 2026, 18:58 WIB
Antara

LAPORAN dari Aljazeera menyatakan bahwa sirene berbunyi di Kota Kuwait. Hal ini terjadi setelah Kementerian Luar Negeri Kuwait mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan terhadap kedutaan besar AS di negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Kuwait mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan terhadap kedutaan besar AS di negara itu, menyebutnya sebagai pengkhianatan dan pelanggaran terang-terangan terhadap semua norma dan hukum internasional.

“Kementerian menegaskan kembali penegasannya tentang hak Negara Kuwait untuk mengambil semua langkah dan tindakan yang diperlukan untuk melindungi keamanannya, keselamatan wilayahnya, warganya, dan penduduk di dalamnya,” demikian pernyataan tersebut.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di Kedutaan Besar AS di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, setelah dihantam oleh dua drone , sementara sebuah tangki bahan bakar di pelabuhan komersial Duqm, Oman, juga terkena serangan drone. Hal ini meningkatkan tekanan regional terhadap negara-negara Teluk Arab yang menampung aset AS sebagai balasan atas serangan AS-Israel.

Serangan terhadap Kedutaan Besar AS pada Selasa (3/3) pagi menyebabkan "kerusakan material ringan" pada kompleks tersebut, kata Kementerian Pertahanan Saudi dalam sebuah pernyataan. Laporan selanjutnya menyebutkan lebih banyak drone menargetkan lokasi tersebut di tengah pembalasan Iran di seluruh Teluk atas serangan AS-Israel.

Presiden Donald Trump mengatakan kepada media NewsNation bahwa tanggapan AS terhadap serangan kedutaan dan pembunuhan beberapa anggota militer Amerika akan segera diungkapkan. "Anda akan segera mengetahuinya," katanya.

Gedung kedutaan kosong pada saat serangan terjadi, menurut dua orang yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters, dan tidak ada laporan korban jiwa.

Sebuah sumber yang dekat dengan militer Saudi, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pertahanan udara telah mencegat empat drone yang menargetkan Kawasan Diplomatik dalam serangan tersebut. (Aljazeera/P-3)